Tes Berkurang, Tambahan Covid-19 di Jakarta Turun di Bawah 1.000 Kasus

Jumlah orang yang dites di DKI Jakarta sejak akhir pekan lalu di bawah 10.000 orang.
Image title
19 Oktober 2020, 18:29
jakarta, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Warga melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di kawasan Cipayung, Jakarta, Senin (19/10/2020). Jumlah kasus Covid-19 di DKI Jakarta dalam tiga hari terakhir berkisar 900 kasus.

Kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta dalam tiga hari terakhir mulai melandai. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penambahan kasus positif virus corona di ibu kota hari ini mencapai 926 kasus.

Pada Minggu kemarin, DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus 971 orang. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan kasus harian pada Sabtu (17/10) yang mencapai 974 orang. Sedangkan pada Jumat (16/10), jumlah kasus harian DKI Jakarta sebanyak 1.045 orang.

Secara total, kasus positif Covid-19 di ibu kota hingga Senin (19/10) mencapai 95.253 orang. Adapun jumlah kasus aktif mencapai 12.928 orang.

Melambatnya kasus harian Covid-19 sebenarnya sejalan dengan berkurangnya jumlah orang yang dites dalam tiga hari terakhir. Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, jumlah orang yang dites pada Jumat (16/10) mencapai 8.518 orang.

Advertisement

Dari jumlah tersebut, sebanyak 951 orang dinyatakan positif Covid-19. Pada hari berikutnya, jumlah orang dites mencapai 7.295 orang dengan kasus positif sebanyak 913 kasus.

Kemudian pada Minggu (18/10), jumlah orang dites mencapai 5.785 orang. Sebanyak 667 orang dinyatakan positif Covid-19.

Sedangkan jumlah orang yang dites secara nasional per hari ini bertambah 25.202 orang, naik dari hari sebelumnya sebanyak 22.421 orang. Tingkat positivity rate juga turun dari 18,31 persen pada hari kemarin menjadi 13,38 persen pada Senin (19/10).

Sedangkan jumlah penambahan kasus nasional pada hari ini mencapai 3.373 kasus. Dengan begitu, total kasus terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia mencapai 365.240 kasus.

Dengan masih tingginya kasus di Indonesia, Satgas Penanganan Covid-19 memberikan protokol kesehatan yang bisa dijalankan di rumah. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro menyebut penambahan kasus Covid-19 kebanyakan berasal dari klaster keluarga. 

"Sebagian dari 1.299 klaster yang ditemukan Kementerian Kesehatan adalah klaster keluarga. Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengatakan klaster keluarga ini memang sulit dihindari. Karena terkait dengan klaster-klaster lain, seperti klaster kantor, klaster pasar yang semuanya berpotensi bertemunya di keluarga," ujar Reisa beberapa waktu lalu.

Ada empat protokol dalam keluarga yang harus diikuti untuk mencegah penularan Covid-19. Pertama, gunakan masker dengan benar jika ada anggota keluarga yang rentan tertular virus corona.

Kedua, simpan informasi pihak terkait yang dapat dihubungi dengan segera untuk mendapat pertolongan jika ada anggota keluarga yang terpapar. Selain itu, siapkan proses karantina, atau isolasi mandirinya.

Ketiga, protokol kesehatan keluarga ketika beraktivitas di luar rumah. "Nah ini penting. Cara membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah. Memastikan kita tidak membawa pulang virus masuk ke dalam rumah, dari pakaian ataupun barang-barang bawaan kita," ujar Reisa.

Keempat, protokol kesehatan di lingkungan sekitar tempat tinggal ketika ada warga yang terpapar. Caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak memberikan stigma negatif kepada tetangga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Peran kita tetap disiplin protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Mari putus rantai penularan Covid-19 di dalam keluarga. Mari kita bekerjasama, kolaborasi, gotong royong antara pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

Adapun protokol kesehatan yang bisa diterapkan setiap elemen masyarakat yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait