Pengusaha Hotel Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang

Pengusaha hotel menerapkan protokol yang ketat agar tak terjadi penyebaran virus corona saat libur panjang pekan depan.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
20 Oktober 2020, 16:23
perhotelan, pariwisata, jakarta, virus corona, pandemi corona, covid-19, pandemi, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/wsj.
Pekerja membersihkan ruang dan kamar di Hotel The Priangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (2/10/2020). Pengusaha hotel dan tempat wisata mengantisipasi penularan Covid-19 saat libur panjang pada akhir pekan.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajarannya untuk mengantisipasi penularan virus corona saat libur panjang akhir pekan lalu. Sejumlah hotel dan tempat wisata pun ikut mencegah penyebaran Covid-19.

Seperti CEO Amithya Hotel dan Resort Rucita Permatasari yang mengatakan telah mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah. Seperti mengecek suhu tubuh para staf dan konsumen sebelum masuk lobi hotel. 

Pihaknya juga mengatur tempat duduk di lobi agar konsumen tetap menjaga jarak. Selain itu, seluruh ruangan hotel selalu didisinfektan secara rutin.

Pihaknya juga mewajibkan staf dan konsumen menggunakan masker. Bahkan para staf wajib mengikuti swab test setiap dua minggu sekali.

"Kami mengikuti seluruh anjuran dan peraturan dari pemerintah. Mulai dari staf, kami jaga kesehatannya dengan melaksanakan swab test. Itu untuk menyakinkan konsumen agar tak perlu khawatir staycation, " ujar Rucita dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube BNPB Indonesia pada Selasa (20/10).

Pihaknya juga tak segan mengedukasi dan mengingatkan konsumen untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Terutama untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Jika mereka tidak menggunakan masker, mungkin karena gerah, kami mengingatkan untuk digunakan kembali maskernya," ujar dia.

Direktur The Sunan Hotel Solo Sona Maesana juga mengaku menerapkan protokol kesehatan sejak April 2020. Beberapa protokol yang diterapkan di antaranya mewajibkan penggunaan masker, pengecekan suhu tubu, pengisian data diri, dan melengkapi para staf dengan alat perlindungan diri seperti face shield.

Selain itu, pihaknya membatasi penggunaan fasilitas seperti tempat gym dan area bermain anak. Seluruh peralatan yang telah digunakan pun selalu didisinfektan. 

Khusus untuk sarapan pagi, pihaknya melarang tamu untuk mengambil makanan sendiri. Para staf hotel dengan peralatan perlindung diri yang akan mengambilkan makanan untuk para tamu. Dengan cara tersebut, Sona mengatakan kebersihan makanana yang disajikan tetap terjaga.

"Dengan menerapkan protokol kesehatan, kami berhasil mendapatkan sertifikat dari PHRI. Hal itu kami laksanakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen, bahwa kami menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah," ujar Sona.

Tempat Wisata pun Terapkan Protokol Kesehatan

Presiden Direkur PT Arthaguna Ciptasaranan Safitri Siswono mengatakan pihaknya menerapkan protokol kesehatan. Meskipun tempat wisata yang dimilikinya bersifat outdoor, pihaknya tetap melaksanakan disinfektan secara rutin. 

Selain itu, dirinya mewajibkan para karyawan dan pengunjung untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan mengecek suhu tubuh. "Bahkan suhu tubuh karyawan kami tulis di pintu masuk agar pengunjung tahu karyawan kami tidak ada yang demam," ujar Safitri. 

Selain itu, pihaknya menerapkan protokol kesehatan untuk pengguna kolam renang. Seluruh protokol kesehatan yang dijalankan mengacu pada standar yang diberikan Satgas Penanganan Covid-19. 

"Kita semua berusaha menerapkan protkol yang ditetapkan untuk mencegah Covid-19," ujarnya. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait