Airlangga Ungkap 2 Jalur Pengadaan Vaksin Corona dan Gandeng 3 Negara

Pemerintah sedang menyusun peta jalan pelaksanaan vaksin virus corona.
Image title
22 Oktober 2020, 16:15
vaksin virus corona, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3m
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan pers tentang penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah ingin segera mengakhiri pandemi corona. Pasalnya, penyebaran Covid-19 telah menciptakan krisis kesehatan dan memukul ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan salah satu cara yang ditempuh pemerintah agar segera keluar dari pandemi yaitu dengan pelaksanaan vaksinasi. Pemerintah pun sedang berupaya mengadakan vaksin virus corona dalam dua jalur.

Jalur pertama, pengembangan vaksin di dalam negeri. Vaksin bernama Merah Putih itu dikembangkan oleh Bio Farma dan Sinovac.

Jalur kedua, vaksin didapatkan dari kerja sama multilateral yang diawasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Selain itu, pemerintah menempuh jalur kerja sama dengan perusahaan di Tiongkok, Inggris, dan Uni Emirat Arab untuk mendapat pasokan vaksin yang cukup untuk masyarakat Indonesia.

"Vaksin ini menjadi prioritas pemerintah, karena penggunaan vaksin dapat menghentikan pandemi Covid-19," kata Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan Kanal Youtube BNPB Indonesia pada Kamis (22/10).

Menurut Airlangga, vaksinasi Covid-19 akan membangun kepercayaan publik terhadap pemulihan ekonomi. Selain itu, vaksin juga dapat menekan angka kematian.

Pemerintah pun tengah menyusun peta jalan pelaksanaan vaksinasi. Jika izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan WHO terbit, pelaksanaan vaksin bisa segera berjalan.

Pada tahap pertama, pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 kepada dokter, perawat, dan aparat penegak hukum. Selanjutnya, vaksin akan diberikan kepada masyarakat di rentang usia 19-59 tahun. 

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sebelum vaksin tersedia, masyarakat diharapkan terus menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait