Wapres Ma'ruf: Indonesia Hanya Tukang Stempel Produk Halal Dunia

Pemerintah ingin Indonesia menjadi produsen dan eksportir produk halal dunia.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
24 Oktober 2020, 11:03
syariah, halal, ekspor impor, industri, makanan minuman
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin di Jakarta, Kamis (3/10/2019). Ma'ruf menyebut Indonesia hanya sebagai pasar produk halal global.

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun, Indonesia hanya menjadi konsumen dan pemberi sertifikat produk halal global. 

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan jumlah penduduk muslim di Indonesia saat ini mencapai 87% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 267 juta jiwa. Total belanja produk halal Indonesia pada 2018 pun mencapai US$ 214 miliar atau mencapai 10% dari pangsa halal dunia. 

Angka tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan negara-negara mayoritas muslim lainnya. Hal itu, menurut Ma'ruf, seharusnya bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang menentukan pasar produk halal dunia. 

Namun, Indonesia hanya menjadi pasar dan pemberi sertifikat halal produk global. Bahkan, ada 50 lembaga sertifikasi halal dunia yang mendapat endorsment dari Indonesia.

"Indonesia hanya sebagai konsumen dan tukang stempel untuk mengesahkan produk-produk halal di dunia," ujar Ma'ruf dalam Webinar Strategi Nasional - Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia pada Sabtu (24/10). 

Padahal, pasar produk halal global memiliki potensi besar. Pada 2018, produksi produk halal dunia mencapai US$ 2,2 triliun dan akan terus berkembang hingga US$ 3,2 triliun pada 2024. Adapun nilai ekspor produk halal Indonesia saat ini hanya berkisar 3,8% dari total pasar halal dunia. 

Selain itu, nilai dari industri pariwisata ramah muslim dan halal lifestyle global pada 2018 mencapai US$ 2,2 triliun dan diproyeksi meningkat hingga US$ 3,2 triliun pada 2024. Hal itu menunjukkan angka industri halal bakal terus meningkat dengan pesat.

Ma'ruf pun menyebut ada potensi sangat besar dan bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan produk halal global. "Kita perlu sungguh-sunguh menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia. Dengan sumber daya yang dimiliki Indonesia, peluangnya besar untuk menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia," kata dia.

Berdasarkan laporan The State Global Islamic Economic Report pada 2018, Brazil justru menjadi eksportir makanan dan minuman halal terbesar di dunia dengan nilai US$ 5,5 miliar. Disusul oleh Australia dengan nilai ekspor senilai US$ 2,4 miliar. 

 

Langkah Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Untuk menjadikan Indonesia pust produsen halal dunia, Ma'ruf menyebut perlu penguatan industri di Indonesia. Salah satu dengan membentuk kawasan industri halal maupun zona halal dalam kawasan industri yang sudah ada. 

Hingga saat ini, ada dua kawasan industri halal yang telah terbentuk di Tanah Air, yaitu kawasan industri Modern Cikande Industrial Estate di Banten dan Safe and Lock Halal Industrian Park di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Selain itu, ada enam kawasan yang telah mengajukan permohonan penetapan kawasan industri halal. "Saya meminta Menteri Perindustrian segera meresponnya," ujar Ma'ruf. 

Ma'ruf juga meminta kementerian dan lembaga membentuk sistem informasi terintegritas terkait data produksi, perdagangan, dan sertfikasi produk halal. Sehingga dapat memantau industri halal menjadi lebih baik. 

Selain itu, sistem yang terintegrasi akan membuat sertifikasi produk halal Indonesia lebih kompetitif di pasar global. Sehingga industri produk halal dapat memberikan nilai positif terhadap neraca dagang Indonesia.

Dia juga meminta kementerian dan lembaga mendukung UMKM menjadi bagian dari industri halal. Caranya dengan membangun pust-pusat indusrtri halal di daerah. 

"Pusat-pusat bisnis syariah yang didukung oleh infrastruktur digital sebagai sarana interaksi pelaku pendukung syariah. Saya berharap pemerintah, BUMN, KADIN, apat mendorong terciptanya pusat-pusat inkubasi dan pusat bisnis syariah," ujar Ma'ruf. 

Video Pilihan

Artikel Terkait