Kepatuhan Pakai Masker dan Jaga Jarak Turun Selama libur Panjang

Image title
4 November 2020, 18:05
satgas covid-19, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, mal atau pusat perbelanjaan, pariwsata, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Siswowidodo/wsj.
Petugas menegur wisatawan yang tidak memakai masker di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2020). Satgas Penanganan Covid-19 menyebut tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan turun selama libur panjang.

Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan tingkat kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan cenderung turun selama libur panjang. Hal itu terlihat dari disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak di tempat wisata, mal, dan restoran. 

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah  mengatakan ada 3 juta laporan yang diterima Satgas selama lima hari libur panjang pekan lalu. Sebanyak 1,02 juta laporan berasal dari 173 ribu titik tempat wisata yang tersebar di 34 provinsi. 

Angka tersebut menunjukkan kenaikkan 92% jumlah orang yang dipantau dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 534 ribu orang. Dari hasil laporan tersebut terlihat tingkat kepatuhan memakai masker turun sekitar 3%. 

Pada hari pertama libur panjang, Rabu (28/10), tingkat kepatuhan menggunakan masker hampir 89%. Kemudian, pada Sabtu (31/10) turun menjadi 86%. 

"Trennya pada libur panjang sedikit turun, namun tingkat kepatuhannya masih cukup tinggi di kisaran 80%," ujar Dewi dalam siaran kanal Youtube BNPB Indonesia pada Rabu (4/11).

Tingkat kepatuhan untuk menjaga jarak di tempat wisata juga turun. Tingkat kepatuhannya anjlok 5% dari 83% menjadi 78%. Hal itu terjadi karena masyarakat kesulitan menjaga jarak di tempat wisata.

Dengan tingkat kepatuhan yang menurun, jumlah orang yang mendapat teguran akibat abai protokol kesehatan pun meningkat. Khusus di tempat wisata, jumlah orang yang ditegur naik dari 348.473 orang menjadi 602.372 orang.

Sedangkan laporan kepatuhan protokol kesehatan di restoran meningkat 23,45%. Jumlahnya tak sebanyak laporan di tempat wisata. 

Meski begitu, laporannya menunjukkan kepatuhan masyarakat di restoran menurun. Dewi memproyeksi hal itu terjadi karena masyarakat yang makan di restoran kerap lupa untuk memakai masker kembali ketika selesai makan.

"Kalau sudah mengobrol, lupa dipakai kembali maskernya. Sehingga angkanya turun meskipun masih di kisaran 70%," kata Dewi. 

Untuk tingkat kepatuhan menjaga jarak di restoran juga menurun selama libur panjang. Sehingga jumlah orang yang ditegur akibat tak patuh protokol kesehatan meningkat 19,21%.

Hal serupa terjadi pada kepatuhan protokol kesehatan di mal atau pusat perbelanjaan. Tingka kepatuhan menggunakan masker dan menjaga jarak turun meskipun berada di kisaran 70%. 

"Penurunannya 1%-3%, sehingga jumlah orang yang ditegur pun meningkat hingga 32,64%," ujar dia.

Reporter: Febrina Ratna Iskana

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait