Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Papua Melonjak 350%

Papua juga mencatat kenaikkan kasus baru Covid-19 mingguan yang tinggi pada pekan lalu.
Image title
5 November 2020, 17:52
satgas covid-19, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, gerakan 3m
ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/pras.
Tenaga Kesehatan memeriksa warga di Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (3/4/2020). Satgas Penanganan Covid-19 menyebut kasus kematian di Papua meningkat 350%.

Satgas Penanganan Covid-19 menyebut terjadi peningkatan kasus kematian di enam provinsi pada periode 26 Oktober - 1 November 2020. Lonjakan kasus kematian terbesar mingguan terjadi di Papua sebesar 350%.

Kemudian, Sulawesi Selatan dengan penambahan kasus kematian mingguan sebesar 120%. Disusul oleh Kalimantan Timur 27,3%, Sumatera Utara 17,6%, Aceh 5,6%, dan Sumatera Barat 2,7%.

"Kondisi ini memprihatinkan, karena kasus kematian naik dibandingkan pekan sebelumnya," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (5/11).

Sedangkan kasus aktif meningkat signifikan di tiga provinsi. Lonjakan kasus aktif Covd-19 mingguan tertinggi terjadi di Papua sebesar 8,2%. Kemudian, Sumatera Barat dengan kenaikkan kasus sebesar 7,8% dan Sumatera Utara sebesar 2,9%. 

Advertisement

Secara keseluruhan, Wiku menyebut 13 provinsi prioritas sudah mampu mengendalikan kasus baru mingguan. Namun, masih ada tantangan besar dalam mengendalikan jumlah kematian akibat Covid-19. 

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah daerah betul-betul memperhatikan kualitas penanganan pasien Covid-19 sejak dini. Caranya dengan meningkatkan upayatesting dan tracing.

Upaya testing dan tracing dapat membantu masyarakat mendapatkan perawatan dengan segera sehingga kesembuhan meningkat. "Kasus kematian harus menjadi perhatian utama sehingga tidak ada kematian sama sekali," ujar Wiku.

 

Selain itu, Satgas mencatat ada 21 kabupaten/kota yang masih berada di zona oranye, yaitu Sukoharjo, Kota Tanjungpinang, Karimun, Kolaka Timur, Semarang, Mamuju Tengah, dan Pide Jaya.

Kemudian, ada Kota Batam, Tapanuli Tengah, Tanah Datar, Kota Subulussalam, Biak Numfor, Kota Tomohon, Bekasi, Lahat, Kebumen, Karawang, Kota Sabang, Keerom, Lumajang, dan Solok.

Wiku meminta pemerintah daerah di 21 kabupaten/kota tersebut meningkatkan kewaspadaan dan penanganan Covid-19. Sehingga tidak kembali ke zona merah. 

Di sisi lain, Satgas juga mencatat 19 kabupaten/kota yang berpotensi berpindah dari zona kuning ke zona hijau. Mereka yaitu Teluk Bintuni, Mambreamo, Puncak Jaya, Pulau Taliabu, dan Buru Selatan.

Selanjutnya, ada Sukamara, Melawi, Lombok Utara, Wonogiri, Subang, Kota Sungai Penuh, Kota Tidore Kepulaun, Pinrang. Pasuruan, Gresik, Probolinggo, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, dan Simalungun.

Wiku meminta agar pemerintah di 19 kabupaten/kota tersebut meningkatkan penanganan Covid-19. Sehingga bisa masuk ke zona hijau.

Sedangkan masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerpkan 3M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumuman. Ketiga hal tersebut harus dijalankan dalam setiap kegiatan masyarakat. 

"Dengan disiplin protokol kesehatan, kita tidak saja melindungi diri sendiri, tapi orang-orang terdekat dari paparan Covid-19. Kedispilinan merupakan kontribusi masyarakat dalam penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah," ujarnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait