CDC Terbitkan Rekomendasi Masker yang Tepat untuk Cegah Covid-19

CDC tak merekomendasikan masker N95 digunakan oleh masyarakat umum meskipun paling efektif mencegah Covid-19.
Image title
12 November 2020, 17:05
masker kesehatan, amerika serikat, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
Pekerja mengecek masker bedah yang diproduksi di PT Univenus Cikupa, Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (11/11/2020). Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit atau CDC di Amerika Serikat (AS) menyarankan masyarakat menggunakan masker kain lapis dua atau lapis tiga untuk mencegah penularan Covid-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC Amerika Serikat (AS) menyebut penggunaan masker terbukti melindungi diri dari Covid-19. Namun, hanya beberapa jenis masker yang terbukti ampuh mencegah penularan virus corona.

CDC tidak menyarankan masyarakat umum menggunakan masker N95. Meskipun masker tersebut paling efektif karena mampu menyaring partikel hingga 95%.

Namun, masker N95 merupakan logistik yang penting bagi tenaga kesehatan. Sehingga pemakaiannya diprioritaskan untuk dokter dan perawat.

Selain itu, bentuk masker N95 biasanya disesuaikan dengan wajah setiap dokter dan perawat. Namun, masyarakat umum tak memiliki akses kepada ahli yang dapat menyesuaikan masker dengan bentuk wajah.

Lebih lanjut, CDC memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan masker serupa N95 yang dijual di ritel besar. Dr. Marybeth Sexton, Asisten Profesor di Divisi Penyakit Menular Emory University di Atlanta, mengatakan beberapa dari masker N95tersebut memiliki katup pernafasan.

Hal itu memang membuat penggunanya nyaman, namun berisiko mengalirkan udara ke luar. Bahkan jika ada hembusan nafas yang kuat, percikan air dari mulut bisa keluar melalui katup tersebut.

"Kami sangat menyarankan agar orang tidak memakai masker yang memiliki katup pernafasan," ujar Sexton.

CDC pun menyarankan masyarakat menggunakan masker kain yang terbuat dari 100% katun. Masyarakat bisa menguji kain dengan menggunakan cahaya untuk melihat efektivitasnya. Jika terlihat serat kain besar di kain yang disorot cahaya, maka kain tersebut kemungkinan besar tidak efektif menangkal Covid-19.

Menurut CDC, kain dengan jumlah benang yang banyak menunjukkan kinerja yang lebih tinggi seperti masker kain dua lapis atau tiga lapis. Selain itu, penelitian menemukan bahwa masker kain berlapis-lapis dapat menghalangi 50% dan 80% tetesan dan partikel halus, setara dengan masker bedah.

Meski begitu, Peneliti Kesehatan Lingkungan di Harvard, Joseph Gardner Allen menyarankan masyarakat menggunakan masker tiga lapis. Selain itu, dia tidak menyarankan menggunakan masker bandana dan kain pelindung leher kecuali hanya itu yang tersedia.

Studi menemukan kedua jenis kain tersebut tidak efektif memberikan perlindungan dari Covid-19.“Anda juga harus mengenakan masker melewati pangkal hidung, hingga bawah dagu," ujar Allen.

Pasalnya, masker yang paling protektif pun akan gagal jika digunakan dengan salah. Oleh karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker dengan benar.

CDC juga mengingatkan pentingnya mengenakan masker ketika ke luar rumah, bahkan ketika berada di dalam mobil saat bersama orang-orang di luar keluarga."Jika ingin naik taksi daring, penumpang dan pengemudi harus mengenakan masker. Selain itu, buka jendela juga sangat membantu,"ujar Allen.

Selain mengunakan masker, Satgas Penanganan Covid-19 juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Ketiga langkah tersebut terbukti dapat menekan penyebaran virus corona.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait