WHO - Rusia Bahas Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Buatan Sputnik V

Jika mendapat izin dari WHO, Sputnik V bbakal memproduksi 500 juta dosis vaksin virus corona untuk memenuhi kebutuhan global.
Image title
13 November 2020, 15:32
WHO, vaksin virus corona, pandemi corona, pandemi, internasional, gerakan 3M
ANTARA FOTO/REUTERS/Rospotrebnadzor Federal Service for Surveillance on Consumer Rights Protection and Human Wellbeing/Handout /HP/dj
Ilustrasi, vaksin virus corona. WHO dan Sputnik V membahas penggunaan vaksin virus corona dalam keadaan darurat.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO berdiskusi dengan Sputnik V membahas potensi penggunaan vaksin virus corona dalam keadaan darurat. Diskusi tersebut digelar setelah perusahaan asal Rusia itu mengumumkan vaksin buatannya efektif mencegah Covid-19 hingga 92%.

WHO menyatakan telah berdiskusi dengan Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology yang akan mengajukan izin penggunaan vaksin Sputnik. "Kami menanti data dari vaksin virus corona Sputnik V. Jika produk tersebut sesuai dengan kriteria, WHO akan mempublikasikan hasilnya secara luas," ujar pernyataan tertulis WHO kepada Reuters pada Jumat (13/11).

Jika WHO memberikan izin penggunaan darurat, vaksin tersebut bakal direkomendasikan kepada negara anggotanya. Prosedur tersebut pun mampu mempersingkat proses izin untuk vaksin baru serta produk lainnya dalam kondisi darurat.

WHO terus mendukung percepatan pengembangan vaksin untuk membendung pandemi. Meski begitu, organisasi itu belum melaksanakan prakualifikasi kandidat vaksin atau mengeluarkan daftar penggunaan darurat.

Hasil uji coba vaksin virus corona di Rusia meurpakan satu dari pengembangan vaksin tahap akhir pada manusia. Sebelumnya. Pfizer dan BioNTech telah menyatakan kandidat vaksinnya efektif mencegah virus corona lebih dari 90%.

Di sisi lain, GL Rapha berencana memproduksi lebih dari 150 juta dosis vaksin Sputnik V per tahun. Perusahaan asal Korea Selatan itu diharapkan mulai memproduksi vaksin pada bulan depan untuk distribusi global.

Rusia telah sepakat memproduksi vaksin hingga 500 juta dosis per tahun untuk kebutuhan global. Negara itu juga meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri.

Di sisi lain, Indonesia belum bersepakat dengan Sputnik dalam kerja sama pengadaan vaksin virus corona. Indonesia masih mengandalkan vaksin dari Tiongkok dan Inggris.

Selain itu, pemerintah melalui Bio Farma dan Eijkman mengembangkan vaksin di dalam negeri bertajuk Merah Putih. Vaksin tersebut dikembangkan bersama dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac.

Sejauh ini, perkembangan vaksin Merah Putih baru memasuki uji klinis tahap ketiga. Bio Farma menargetkan uji klinis itu selesai pada akhir tahun ini sehingga bisa diproduksi pada Januari 2021.

Sambil menunggu vaksin tersedia, Satgas Covid-19 terus mengimbau masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Hal itu terbukti mencegah tertular Covid-19. Adapun protokol kesehatan yang harus dipatuhi yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait