Kasus Covid-19 RI Bertambah 4.265, Sebesar 27% Berasal dari Jakarta

Jakarta terus mencatat penambahan kasus harian di atas 1.000 dalam sepekan.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
18 November 2020, 19:57
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Warga berjalan di dekat mural berisi pesan ajakan menggunakan masker dan replika peti mati COVID-19 di Cikoko, Pancoran, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Kasus Covid-19 di Jakarta terus meningkat dalam sepekan terakhir.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Angka Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Jumlahnya bertambah 4.265 pada Rabu (18/11).

Dengan begitu, total orang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 478.720. Adapun jumlah penambahan kasus tertinggi berasal dari DKI Jakarta dengan 1.148 atau sekitar 27% dari tambahan kasus harian.

Peningkatan kasus di ibu kota konsisten di atas 1.000 dalam satu pekan terakhir. Terutama setelah libur akhir Oktober 2020.

Selain Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mencatat tambahan kasus masing -masing 495, 480, dan 365. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menyebut jumlah orang yang sembuh bertambah 3.711.

Sehigga total angka kesembuhan mencapai 402.347 atau 84% dari total terkonfirmasi.Angka kesembuhan tertinggi tetap berasal dari Jakarta dengan 852. Disusul oleh Jawa Barat (777), Jawa Tengah (388) dan Jawa Timur (357).

Kasus Meninggal di Aceh Naik Signifikan

Untuk kasus meninggal naik dari 97 menjadi 110 pada hari ini. Tambahan terbesar harian berasal dari Jawa Timur dengan 27 jiwa.

Selanjutnya, Aceh yang secara mengejutkan mencatat kenaikkan kasus dari 1 jiwa menjadi 23 jiwa pada hari ini. Kemudian disusul Jawa Tengah dengan 18 jiwa.

Provinsi lainnya mencatat tambahan angka kematian di bawah 10 orang. Adapun total kasus meninggal per 18 November 2020 mencapai 15,503 atau 3,2% dari total kasus.

Angka tersebut lebih tinggi dari angka meninggal dunia yang mencapai rata-rata 2,4%. "Kita harus berusaha menekan kasus kematian," ujar Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 dalam konferensi pers pada Rabu (18/11).

Pemerintah berupaya meningkatkan jumlah tes untuk menemukan kasus baru Covid-19. Dengan begitu, orang yang terinfeksi virus corona dapat dirawat dan memperkecil risiko kematian.

Per 18 November 2020, jumlah orang dites bertambah 37.987 sehingga totalnya mencapai 3.41 juta orang. Angka tersebut lebih besar dari sehari sebelumnya yang mencapai 36.556 orang. Sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa bertambah 41.942, lebih tinggi dari hari sebelumnya yang mencapai 39.772.

Total spesimen yang diperiksa pun mencapai 5,17 juta. Jumlah spesimen dengan jumlah orang yang diperiksa berbeda karena satu orang bisa diperiksa berkali-kali. 

Selain meningkatkan jumlah tes, pemerintah juga memperbesar upaya pelacakan. Dewi menyebut pelacakan harus dilakukan kepada 20-30 orang dengan kontak erat dalam waktu 3 hari. Sehingga yang terinfeksi virus corona dapat diisolasi dan diberikan perawatan. 

Perawatan menjadi faktor penting dalam menentukan penambahan kesembuhan. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berupaya menyiapkan rumah sakit rujukan jika kasus Covid-19 terus meningkat. 

Di sisi lain, Dewi mengajak masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan dengan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. "Patuh terhadap 3M menjadi kunci memutus mata rantai penularan Covid-19," kata dia.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait