Kemenkes Sebut 80 Orang Massa Rizieq Shihab Positif Covid-19

Sebanyak 15 orang yang berasal dari kerumunan di Mega Mendung masih menunggu hasil tes Covid-19.
Image title
22 November 2020, 18:51
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3m
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menyapa massa di Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020). Sejumlah orang yang terlibat dalam kerumunan massa Rizieq Shihab positif Covid-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

 

Kerumunan massa Rizieq Shihab pada pekan lalu akhirnya membentuk klaster baru Covid-19 . Hal itu berdasarkan hasil tes positif sejumlah orang yang ikut dalam kerumunan di Petamburan, Tebet, dan Mega Mendung.

Dari hasil tes per 21 November 2020, Kemenkes menyatakan 50 orang di Tebet positif Covid-19 , 30 orang di Petamburan, dan 15 orang dari Mega Mendung masih menunggu hasil pemeriksaan. Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, mengimbau masyarakat yang mengikuti acara di ketiga tempat tersebut untuk isolasi mandiri untuk memutus mata rantai Covid-19. 

Pemerintah pun telah menyiapkan pusat karantina di Wisma Atlet Kemayoran untuk isolasi mandiri. Namun, Budi meminta mereka yang bergejala untuk memeriksakan diri segera ke fasilitas kesehatan.

"Apabila selama karantina di rumah mengalami gejala batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan, serta hilang indra penciuman dan perasa, segera hubungi puskesmas untuk tes PCR," ujar Budi dalam konferensi pers virtual pada Minggu (22/11).

Kemenkes juga melaksanakan pelacakan yang agresif dengan memeriksa 30 kontak erat dari satu kasus Covid-19. Selain itu, pemerintah telah menerjunkan 5.000 pelacak kontak di 10 provinsi prioritas. 

Lebih lanjut, Budi meminta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemimpin daerah untuk memberikan contoh penerapan protokol kesehatan. Pasalnya, penanganan dan pengendalian Covid-19 harus dilaksanakan bersama-sama. Dengan segala upaya tersebut, dia berharap kasus positif corona dapat turun dalam 14 hari ke depan.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Prof. Abdul Kadir mengatakan rumah sakit masih mampu menampung pasien Covid-19. Pasalnya, lonjakan kasus tak lebih dari 25%.

Namun, jika lonjakan kasus terjadi hingga 50%-100%, Kemenkes akan perintahkan rumah sakit untuk menambah ruang ICU dan ruang isolasi agar dapat menampung pasien Covid-19. Di samping itu, Kemenkes telah memasok obat-obatan yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan pasien terinfeksi virus corona. 

Dengan antisipasi itu, dia tetap mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan menggunakan sabun. "Itu semua penting untuk kita memutus mata rantai Covid-19," katanya.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait