Vaksin AstraZeneca Efektif Cegah Covid-19 hingga 70%

BPOM Indonesia menyebut vaksin dapat dikatakan ekektif mencegah penyakit jika mencapai efikasi hingga 70% dan dalam penggunaan darurat sebesar 50%.
Image title
23 November 2020, 16:02
vaksin virus corona, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, internasional, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Ilustrasi, vaksin. AstraZeneca menyatakan vaksin buatannya efektif mencegah Covid-19 hingga 70%.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

AstraZeneca menyatakan vaksin virus corona eksperimennya dapat mencapai efektivitas rata-rata hingga 70%. Itu berarti vaksin buatannya mampu mencegah Covid-19

Berdasarkan hasil sementara, regimen dosis dari vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford itu efektif mencegah Covid-19 dengan dua dosis penuh. Suntikan vaksin diberikan dalam rentang waktu satu bulan.

Sedangkan regimen dosis lainnya menunjukkan kemanjuran hingga 62% dari dua dosis penuh dalam waktu satu bulan. Jika digabungkan, kedua regimen itu menghasilkan kemanjuran rata-rata 70%.

Kepala Eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan tidak ada kejadian keamanan serius terkait vaksin. Itu berarti vaksin dapat ditoleransi dengan baik di kedua regimen dosis.

“Kemanjuran dan keamanan vaksin memastikan bahwa itu akan sangat efektif melawan Covid-19 dan akan berdampak langsung pada keadaan darurat kesehatan masyarakat,” ujar Soriot dilansir dari Reuters pada Senin (23/11).

Adapun efektivitas vaksin berdasarkan analisis sementara terhadap 131 infeksi Covid-19 di antara peserta yang menerima vaksin dan mereka yang berada dalam kelompok yang diberi suntikan menengitis.

Data tersebut muncul setelah perusahaan Amerika Serikat (AS), Pfizer Inc dan BioNTech, mencapai tingkat efektivitas 95% dengan data uji klinis lengkap. Adapula vaksin buatan Moderna Inc yang terbukti 94,5% efektif mencegah Covid-19 berdasarkan analisis data awal.

Sedangkan perusahaan Rusia, Sputnik V, menyatakan vaksin buatannya efektif hingga 90%. Namun, hal itu hanya berdasarkan pada penemuan 20 infeksi terhadap uji klinis fase awal.

Di sisi lain, vaksin Sinovac yang dipesan pemerintah dan diuji klinik oleh Bio Farma di Bandung belum menunjukkan efektivitas. Bio Farma menyatakan data interm dan laporan lengkap uji klinik baru rampung pada awal Januari 2021.

Jika laporan bisa diberikan tepat waktu, Kepala BPOM Indonesia Penny K. Lukito mengatakan izin penggunaan darurat vaksin virus corona bisa keluar pada akhir Januari 2021. Izin pengunaan darurat dapat diberikan jika efektivitas atau khasiat vaksin mencapai minimum 50%.

"Itu artinya dari 100 orang yang terpapar, ada 50 orang yang terlindungi. Efikasi 50% itu baik, meskipun vaksin pada umumnya capai 70%, " kata Penny pada Kamis (19/11).

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait