Kasus Covid-19 di Jateng Melonjak di Atas 1.000 Akibat Libur Panjang

Beberapa objek wisata di Jawa Tengah ditutup akibat meningkatnya kasus Covid-19.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
24 November 2020, 13:13
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M, pariwisata
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/pras.
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 kepada wisatawan di kompleks Dieng Plateau Theater kawasan dataran tinggi Dieng, Kejajar, Wonosobo, Jateng, Jumat (30/10/2020). Kasus Covid-19 di Jawa Tengah melonjak tajam setelah libur panjang.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Angka Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) melonjak cukup tajam. Kementerian Kesehatan mencatat tambahan kasus positif di provinsi itu pada Senin (23/11) mencapai 1.005.

Sedangkan website resmi Pemerintah Provinsi Jateng melaporkan tambahan kasus pada 23 November 2020 sebesar 1.264. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada peningkatan kasus yang cukup signifikan di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Dia pun menilai lonjakan kasus tersebut terjadi karena libur panjang akhir Oktober 2020. Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Banyumas Achmad Husein yang menyebut kasus Covid-19 tak terkendali setelah libur panjang.

Dia pun memutuskan menutup kembali sejumlah objek wisata milik pemerintah maupun swasta secara bertahap. Hal itu merupakan upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

"Saya sampaikan bahwa kondisi sudah tidak terkendali. Oleh sebab itu, kita harus mengendalikannya sesuai dengan aturan yang kita punya," kata Achmad seperti dilansir dari Antara pada Senin (23/11).

Akibat kenaikkan kasus Covid-19 yang cukup signifikan usai libur panjang, Presiden Joko Widodo meminta menterinya mengeluarkan aturan pengurangan hari cuti bersama tahun baru 2021 dan libur pengganti Idul Fitri.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan cuti bersama hari raya Natal akan tersambung dengan cuti Idul Fitri yang dipindahkan dari Mei 2020. Dengan begitu, cuti bersama bulan depan mencapai 11 hari yang dimulai dari 24 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021.

"Masalah cuti bersama akhir tahun termasuk libur pengganti hari raya Idul Fitri, Presiden berikan arahan supaya ada pengurangan," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada konferensi pers di Kantor Presiden, Senin (23/11).

Meski demikian, belum ada keputusan berapa pengurangan jumlah libur bulan depan. Muhadjir mengatakan Jokowi memerintahkan para Menteri segera membahas dalam rapat koordinasi dalam waktu dekat ini.

Di sisi lain, pemerintah berupaya meningkatkan 3T yaitu tracing, testing, dan treatment. Sedangkan masyarakat diminta untuk patuh protokol 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Kedua hal tersebut merupakan upaya yang harus dilaksanakaan secara bersamaan untuk memutus mata rantai virus corona. 

“Gerakan 3M masih satu-satunya cara vaksin paling ampuh. Kita harus konsisten dan jangan lengah untuk patuh 3M. Bersamaan dengan itu, kita semua harus mendukung pelaksanaan 3T, terutama dalam hal testing. Apabila masyarakat tidak mau testing, maka tracing tidak akan terjadi," ujar Managing Director IPSOS Indonesia, Soeprapto Tan, pada Kamis (12/11).

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait