Muncul Klaster Baru Covid-19 dari Kegiatan Takziah di Jakarta

Masyarakat yang mengikuti kegiatan takziah atau melayat sering kali lupa menerapkan protokol kesehatan hingga akhirnya tertular Covid-19.
Image title
25 November 2020, 17:47
satgas Covid-19, vurus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Sejumlah keluarga korban covid-19 mengikuti proso pemakaman di TPU Pondok Rangon, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Satgas Covid-19 menemukan klaster baru dari kegiatan takziah di Jakarta.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Satgas Penanganan Covid-19 menemukan klaster baru dari kegiatan keagamaan di Jakarta. Kegiatan tersebut berupa tahlilan dan takziah (melayat).

Menurut Ketua Bidang Data dan Tekonologi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah, kegiatan tahlilan telah memunculkan dua klaster dan takziah lima klaster baru virus corona. Total kasus positif dari dua kegiatan tersebut mencapai 69 orang.

"Ketika melaksanakan kegiatan keagamaan, pengajian, atau melayat orang meninggal, protokol kesehatan harus dilaksanakan.Kita tidak boleh lengah dan tetap terapkan 3M," ujar Dewi dalam acara "Covid-19 dalam Angka" yang disiarkan melalui Youtube BNPB Indonesia pada Rabu (25/11).

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 menemukan 17 klaster dengan 236 kasus dari kegiatan di rumah ibadah yang berlangsung dari Mei-November 2020. Sedangkan dari asrama pendeta dan pondok pesantren terdapat delapan klaster dengan total 514 kasus. 

Banyaknya jumlah kasus di asrama pendeta dan pesantren terjadi karena tingginya tingkat penularan Covid-19. Hal itu terjadi karena siswa berkumpul dalam satu waktu dan kurangnya ventilasi udara yang baik. 

Untuk mencegah penularan Covid-19 dalam aktivitas keagamaan, Dewi mengimbau institusi pengelola tempat ibadah juga harus menfasilitasi jemaat yang datang dengan menyediakan tempat cuci tangan dan terus sosialisasikan penerapan 3M. 

Selain itu, pengelola tempat ibadah harus mengatur jarak tempat duduk atau tempat salat jemaat, kemudian membersihkan ruangan dengan cairan disinfektan dan memperhatikan ventilasi udara. Sedangkan jemaat yang datang  ke tempat ibadah wajib menggunakan masker dengan benar dan menjaga jarak. 

"Jangan berkumpul saat kedatangan dan kepulangan, dan gunakan alat ibadah sendiri. Namun, ibadah kalau bisa dilakukan online  ya lebih baik online saja," ujarnya. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait