Pasien Covid-19 Meningkat, RSD Wisma Atlet Tambah 1 Gedung Perawatan

Sebelumnya, tower 4 Wisma Atlet digunakan untuk isolasi mandiri. Namun, lonjakan kasus Covid-19 memaksa pemerintah mengalihkan gedung itu menjadi ruang perawatan.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
30 November 2020, 19:11
Petugas tenaga kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus k
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Petugas tenaga kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Jumlah pasien Covid-19 di DKI Jakarta meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Total kasus aktif atau orang yang dirawat di ibu kota hingga 29 November 2020 mencapai 9.947. 

Kepala Sekretaria Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, dr. RM Tjahja Nurrobo Sp.Ot (K) mengatakan peningkatan kasus di Jakarta dalam seminggu terakhir menyebabkan tower 4 dialihfungsikan menjadi ruang parawatan. Sebelumnya, gedung itu digunakan untuk isolasi mandiri pasien tanpa gejala. 

"Sejak tiga hari lalu kami menyediakan tiga tower, yaitu 4, 6, dan 7. Sedangkan tower 5 tetap digunakan untuk isolasi mandiri," ujar Nurrobi dalam konferensi pers virtual pada Senin (30/11).

Lebih lanjut, Nurrobi mengatakan keterisian ruang isolasi mandiri telah mencapai 80%. Sedangkan ruang perawatan di tiga tower berkisar 50%.  Adapun total pasien Covid-19 yang dirawat di sana mencapai 3.500 orang.

Meski begitu, dia menjelaskan yang patut dicermati bukan jumlah pasien. Namun, percepatan pengisian ruang perawatan.

Menurut dia, hal itu harus segera diantisipasi. Salah satunya dengan mengalihkan pasien isolasi mendiri ke Wisma Atlet Pademangan dan penginapan-penginapan lainnya. 

Itu berarti, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menambah ruang isolasi karena beberapa hotel yang tersedia sudah penuh. Seperti Hotel Ibis Senin, Grand Asia Penjaringan, dan U Stay Mangga Besar.

"Rencananya Dinas Kesehatan dan DInas Pariwisata Ekonomi  Kreatif akan menambah ruang isolasi mandiri di Twin Plaza, Jakarta Islamic Center, dan Graha Wisata di TMMI," kata Nurrobi.

Selain itu, dia mengingatkan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Selain patuh terhadap diri sendiri, dia juga meminta masyarakat untuk mengajak orang lain menjalankan protokol tersebut.

Dengan penambahan fasilitas dan komitmen bersama menjalankan 3M, Nurrobi yakin kasus Covid-19 tida terus melonjak. Dengan begitu, fasilitas ruang rawat dan ruang isolasi cukup untuk menampung pasien Covid-19. 

"Dengan tren seperti ini, kami takutkan akan timbul luapan (kasus). Mudah-mudahan tidak sampai terjadi seperti itu dan kami tetap siaga," ujarnya.  

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait