Positif Covid-19 Tambah 5.092 Kasus, Mayoritas di Jakarta dan Jabar

Satgas menyebut tingginya kasus Covid-19 akan berdampak pada peningkatan penularan virus corona di Indonesia.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
1 Desember 2020, 17:53
satgas covid-19, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Tenaga medis melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 terhadap warga di Gelanggang Olahraga Tebet, Jakarta, Senin (23/11/2020). Jumlah positif Covid-19 di Indonesia bertambah 5.092 pada Selasa (1/12).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Kesehatan menyebut penambahan kasus baru Covid-19 per Selasa (1/12) mencapai 5.092 orang. Jadi, jumlah orang terinfeksi virus corona mencapai 543.975 kasus.

Penambahan kasus baru terbanyak berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat. Masing-masing provinsi itu mencatat tambahan Covid-19 sebesar 1.058 dan 878. Disusul oleh Jawa Timur (430) dan Kalimantan Tengah (190).

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, angka kematian Indonesia masih lebih besar dari dunia. Persentase kematian di Tanah Air mencapai 3,1%, sedangkan rata-rata dunia sebesar 2,32% .

Wiku pun mengingatkan kepala daerah untuk selalu memantau penegakkan disiplin protokol kesehatan. Jika perlu memebrikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar.

"Berikan sanksi tanpa sesuai aturan dan tanpa pandang bulu," ujar Wiku dalam konferensi pers pada Selasa (1/12).

Selain itu, dia meminta kepala daerah memaksimalkan peran Satgas Covid-19 dalam pengawasan protokol kesehatan. Pasalnya, protokol kesehatan merupakan salah satu aspek paling krusial dan penting dari usaha penanganan Covid-19.

Dia juga mengingatkan bahwa pandemi corona belum berakhri. Virus tersebut juga bisa menyerang siapa saja termasuk pemimpin dan pejabat publik.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak lengah dan terus disiplin menerapkan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. "Saya paham masyarakat mulai kelelahan menghadapi pandemi, tetapi kita tidak boleh kalah menghadapi pandemi," kata dia.

Jumlah Meninggal Akibat Covid-19 Tembus 17.000

Kemenkes juga mencatat jumlah kesembuhan per Selasa (1/12) bertambah 4.361 sehingga totalnya mencapai 454.879. Mayoritas angka kesembuhan berasal dari Jakarta 1.024 dan Jawa Barat 714.

Untuk angka kematian bertambah 136 sehingga totalnya mencapai 17.081. Jumlah kematian terbesar berasal dari Jawa Timur sebanyak 31 jiwa. Disusul oleh Jakarta (23) dan Jawa Barat (13).

Wiku menyebut peningkatan angka kematian disebabkan oleh fasilitas kesehatan yang ada belum emmadai menanganai perawatan pasien Covid-19. Apalagi jumlah kasus terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. 

"Ini harus menajdi perhatian kita semua. Saya minta kepala daerha untuk mengevaluasi penanganan pasien di fasilitas kesehatan," ujar Wiku. 

Selain itu, pemerintah daerah harus bisa memecahkan masalah penanganan pasien Covid-19 tersebut. Apabila ada masalah yang menghambat, lanjut Wiku, pemerintah daerah bisa berkordinasi dengan pemerintah pusat dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk mendapatkan solusinya. Sehingga angka kematian bisa terus ditekan dan angka kesembuhan meningkat.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait