Luhut Minta Pasien Covid-19 di Jateng Isolasi di Fasilitas Pemerintah

Kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir terus meningkat. Pemerintah pun berusaha menekan penularan virus corona di provinsi tersebut.
Image title
1 Desember 2020, 20:31
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M
Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
Menteri Koordinator Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (1/12) meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan fasilitas isolasi untuk pasien Covid-19. Sehingga pasien yang sudah terinfeksi tidak menularkan virus kepada orang lain.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah mencatat angka terkonfirmasi posiitf  Covid-19 di Jawa Tengah terus meningkat. Hal itu terjadi dalam dua pekan setelah libur panjang pada 28 Oktober-4 November 2020.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan angka positif di Semarang, Kudus, Surakarta, Pati, dan Kudus naik dalam tujuh hari terakhir. Bahkan Kota Semarang memiliki kasus tertinggi di Jawa Tengah dengan 12.019 kasus dan tingkat kematian 751 orang.

Dia pun meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan pemanfaatan fasilitas isolasi terpusat untuk pasien tanpa gejala dan bergejala ringan. Dengan begitu, kondisi pasien dapat dipantau secara optimal.

“Seperti di wisma atlet, pasien bergejala awal dan ringan cepat ditangani dan diisolasi sehingga mencegah kondisi gawat yang menyebabkan kematian,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis pada Selasa (1/12).

Dia khawatir bila pasien yang sudah terkonfimasi positif tidak segera diisolasi akan menularkan kepada orang terdekat. Hal itu pun dapat menimbulkan klaster keluarga.

“Tolong Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) dan walikota yang kasusnya tinggi segera perbanyak fasilitas isolasi mandiri terpusat berkoordinasi dengan BNPB, nanti dananya dibantu mereka,”katanya.

Selain itu, dia juga meminta agar Pangdam Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah membantu Gubernur Jawa Tengah untuk sosialisasi terus menerus kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan. Menurutnya, kampanye itu penting agar masyarakat tidak menunda mencari pengobatan sekalipun hanya bergejala ringan.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akan menggenjot upaya untuk menekan penyebaran virus corona. Termasuk menambah fasilitas isolasi terpusat dalam tiga hari ke depan.

Dia juga meminta kepada para bupati menambah hotel untuk isolasi mandiri yang akan dibayar Pemprov Jateng. Selain itu, Ganjar meminta Dinkes Jawa Tengah untuk terus melaksanakan tes, pelacakan, dan penelusuran terus menerus.

“Bersama dengan berbagai asosiasi, kami juga buat gerakan masuk ke rumah untuk menyosialisasikan mengenai protokol kesehatan dan pentingnya isolasi terpisah karena tingginya klaster rumah tangga,”ujar Ganjar.

Di sisi lain, beberapa direktur rumah sakit di Jawa Tengah membeberkan penyebab tingginya kasus kematian di provinsi tersebut. Salah satunya karena penanganan pasien yang terlambat.

"Pasien masuk ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami gejala sangat berat dan terlambat masuk ICU," ujar Direktur RS Kariadi Semarang Agoes OP.

Dengan konndisi tersebut, Luhut meminta agar Pangdam, Kapolda, dan gubernur memantau kesediaaan obat-obatan dan perawatan di rumah sakit. Dengan cara tersebut, dia yakin angka kematian dapat ditekan serendah mungkin.

"Dengan obat dan pengalaman kita mestinya bisa dicegah,” ujar Luhut.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait