Kasus Covid-19 di Jatim Masih Tinggi, Satgas Minta Pemda Tingkatkan 3T

Dengan melaksanakan 3T, rantai penularan virus corona dapat diputus sehingga angka positif Covid-19 dapat ditekan.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
2 Desember 2020, 12:12
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/wsj.
Petugas mendata warga pelanggar protokol kesehatan COVID-19 sebelum disidangkan di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (12/11/2020). Satgas menyebut kasus Covid-19 di Jawa TImur terus melonjak dalam dua pekan terakhir.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Satgas Penanganan Covid-19 menyebut kasus positif virus corona dalam sepekan terakhir meningkat 19,8%. Peningkatan kasus tertinggi terjadi di lima provinsi, yaitu Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, Lampung, dan Kepulauan Riau.

Jawa Tengah mencatat kenaikkan jumlah orang positif sebesar 3.680 menjadi 7.617 dalam satu pekan. Banten meningkat sebanyak 519 menjadi 1.164, Jawa Timur menambah kasus baru 412 menjadi 2.804, Lampung naik 307 menjadi 651, dan Kepulauan Riau melonjak 298 menjadi 503. 

Dari lima provinsi tersebut, pemerintah menyoroti peningkatan kasus di Jawa Timur. Pasalnya, daerah tersebut selalu masuk jajaran lima besar kasus tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Sedangkan Jawa Tengah baru masuk jajaran provinsi dengan kenaikkan angka positif tertinggi pada pekan ini. Pada pekan lalu, Jawa Tengah sempat keluar dari rangking lima besar penyumbang kasus Covid-19 terbanyak di Tanah Air.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengimbau agar provinsi yang berada di lima besar kasus tertinggi dapat memutus penularan virus corona. Terutama untuk provinsi yang bertahan dalam rangking lima besar selama berminggu-minggu.

"Kami berharap Jawa Timur dapat keluar dari jajaran kasus tertinggi, begitu pun daerah-daerah lain agar menekan kasus aktif dalam minggu-minggu ke depan," kata Wiku dalam konferensi pers virtual pada Selasa (1/12)

Untuk menekan kasus Covid-19, pemerintah daerah harus menegakkan protokol kesehatan di masyarakat. Selain itu,  dia meminta kepala daerah melaksanakan tracing, testing, dan treatment (3T) yang lebih masif.

"Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk optimalisasi 3T agar laju penularan bisa ditekan, terutama di lingkungan keluarga dan komunitas," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual pada Selasa (1/12).

Dia juga meminta pemerintah daerah mengupayakan ruang-ruang isolasi mandiri di hotel. Sehingga pasien yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala bisa diisolasi dan tidak menularkan virus tersebut kepada orang terdekat.


Angka Kematian Melonjak Tajam

Satgas Penanganan Covid-19 juga mencatat peningkatan angka kematian hingga 35,6% dari 626 jiwa menjadi 835 jiwa dalam sepekan. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan kematian tertinggi, naik 134,1% dari 82 jiwa menjadi 192 jiwa.

Disusul oleh Jawa Timur dengan 67,2% dari 134 menjadi 234. Kemudian, Banten yang mencatat angka kasus meninggal dari nihil menjadi 17 orang.

Selanjutnya Kalimantan Timur yang naik delapan kali lipat dari dua orang menjadi 18 orang. Terakhir, Kepulauan Riau yang naik empat kali lipat dari tiga orang meninggal menjadi 15 orang.

"Ini bukan prestasi yang baik. Kenaikkan angka kematian menunjukkan treatment di fasilitas kesehatan belum memadai. Ini harus menjadi perhatian kita semua," ujar Wiku.

Di sisi lain, Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung berhasil keluar dari lima provinsi dengan angka kematian tertinggi pada pekan ini. Meski begitu, dia kembali menekankan bahwa satu korban jiwa merupakan nyawa yang berharga. Sehingga pemerintah daerah harus semaksimal mungkin mencegah kematian.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait