Menaker Ida Fauziyah Positif Covid-19

Ida mengaku kondisinya dalam keadaan baik dan berharap bisa segera pulih.
Image title
3 Desember 2020, 16:39
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M, ketenagakerjaan
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyampaikan keterangan tentang peraturan penempatan tenaga migran di Jakarta, Kamis (30/7/2020). Ida dinyatakan posiitf Covid-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan bahwa dia positif Covid-19. Ida menjadi salah satu dari sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju yang terinfeksi virus corona. 

"Ya betul hasil PCR test saya positif Covid-19," kata Ida saat dihubungi awak media, Kamis (3/12).

Namun, ia memastikan bahwa kondisi fisiknya dalam keadaan baik. Ia pun tengah melaksanakan isolasi mandiri untuk menghindari penularan virus corona.

"Mohon doanya semoga segera pulih," ujar dia.

Sebelum Ida, sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju juga terinfeksi Covid-19. Beberapa di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dan Menteri Agama Fachrul Razi. Selain itu, ada pula sejumlah pejabat tingkat pusat hingga daerah yang dinyatakan terpapar virus corona.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, pejabat yang terpapar virus corona harus terbuka kepada publik. "Bila memiliki risiko terhadap lingkungan, maka harus disampaikan kepada publik," kata Moeldoko di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (1/12).

Keterbukaan informasi merupakan bentuk tanggung jawab yang sangat tinggi. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya.

Selain itu, keterbukaan tersebut akan memudahkan proses penelusuran kontak (tracing). Ia menambahkan, figur publik perlu bersikap terbuka mengenai hasil tes usap (swab test) Covid-19, terutama jika mereka telah melakukan kontak dengan berbagai pihak.

Selain itu, sikap terbuka para tokoh masyarakat ini juga dapat menghindari stigma negatif di tengah masyarakat. Adapun tes usap dilaksanakan secara rutin oleh KSP sebelum bertemu dengan Jokowi.

"Hampir setiap minggu kami swab test," ujar dia.

Bila ditemukan ada pihak yang positif tertular Covid-19, tracing akan dilakukan pada lingkungan tersebut. Selain itu, laporan juga akan dilakukan kepada Menteri Kesehatan dan seluruh aparat yang terlibat dalam pelaksanaan tracing.

Ia pun menegaskan, hal itu bertujuan untuk memenuhi tanggung jawab moral kepada setiap orang. Bila orang yang positif Covid-19 masih berkomunikasi dengan orang lain, ia akan memberikan risiko bagi masyarakat sekitar.

"Berarti, seseorang itu tidak punya tanggung jawab sosial," katanya.

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait