Kasus Covid-19 RI Bertambah 5.803, Mayoritas Berasal dari DKI & Jabar

Empat provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang terbesar penambahan kasus Covid-19 hari ini.
Image title
4 Desember 2020, 16:27
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M, satgas Covid-19
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di kawasan Pancoran, Jakarta, Senin (19/10/2020). Indonesia mencatat tambahan kasus baru sebesar 5.803 pada Jumat (4/12).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus baru Covid-19 per Jumat (4/12) mencapai 5.803. Dengan begitu, total orang terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 563.680.

Mayoritas penambahan kasus baru berasal dari Pulau Jawa. Seperti DKI Jakarta dengan 1.092 dan Jawa Barat sebanyak 992.

Disusul oleh Jawa Tengah dengan 891 dan Jawa Timur sebanyak 564. Penambahan angka positif itu memang lebih rendah dari hari sebelumnya sebanyak 8.369.

Begitu juga dengan jumlah tes yang lebih rendah dibandingkan Kamis (3/12) yang mencapai 45.479 orang dengan spesimen 62.397. Sedangkan pada hari ini, jumlah orang yang dites hanya 39.735 dan spesimen 59.365. 

Dengan penambahan tes tersebut, total orang yang telah diperiksa per 4 Desember 2020 sebanyak 3,99 juta dan spesimen mencapai 5,92 juta. Tingkat positif Indonesia pun mencapai 14,1%, jauh di atas standar WHO sebesar 5%, yang menandakan penularan Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan penularan virus corona yang tinggi bakal terus menyebabkan jumlah kasus melonjak. Sedangkan tingkat penularan virus yang rendah, tidak akan menghasilkan peningkatan kasus meskipun jumlah tes diperbanyak.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat bersama-sama menekan penularan virus corona. Caranya dengan mematuhi protokol 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Bukan hanya tracing dan testing, tetapi perubahan perilaku 3M yang menjadi kunci," kata Wiku dalam acara "Pandemi Belum Berakhir:Patuhi Protokol Kesehatan" secara virtual pada Jumat (4/12).

Angka Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi

 

Kemenkes juga mencatat penambahan jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 mencapai 3.625. Sehingga total kasus sembuh per 4 Desember 2020 mencapai 466.178.

Meski begitu, tingkat kematian masih cukup tinggi. Pada Jumat (4/12), angka kematian akibat Covid-19 bertambah 124 orang. Sehingga total kasus meninggal mencapai 17.479.

Penambahan angka kematian pada hari ini berasal dari Jawa Timur yang mencapai 33 orang dan Jakarta sebanyak 23 orang. Sebanyak 32 provinsi lainnya mampu mencatatkan tambahan angka kematian di bawah 10. 

Wiku mengatakan peningkatan angka kematian biasanya dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, layanan rumah sakit yang tidak mampu menyembuhkan pasien. Kedua, stigma negatif mengenai Covid-19.

Stigma negatif itu menyebabkan banyak orang tidak mau memeriksakan diri ketika merasakan gejala awal Covid-19. Hal itu mengakibatkan banyak orang pergi ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah parah dan terlambat untuk ditangani tenaga medis.

"Kalau mereka segera dirawat dan ditangani lebih awal, mereka bisa sembuh dengan cepat," ujar Wiku.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait