IDI Sebut 342 Dokter dan Perawat Wafat akibat Covid-19

Lonjakan kasus menyebabkan tenaga kesehatan kewalahan dalam menangani pasien Covid-19.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
5 Desember 2020, 15:51
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Ampels/foc.
Sejumlah dokter bersama tenaga medis lainnya berdoa setelah melaksanakan shalat jenazah dokter spesialis paru positif COVID-19 saat pelepasan terakhir menggunakan mobil ambulan ke pemakaman di Rumah Sakit Umum Zainainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Selasa (29/9/2020). IDI menyebut 342 dokter dan perawat meninggal akibat Covid-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan sebanyak 342 tenaga medis wafat akibat Covid 19. Jumlah tersebut terdiri dari 192 dokter, 14 dokter gigi, dan 136 perawat.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 101 dokter umum (4 guru besar), dan 89 dokter spesialis (7 guru besar), serta dua residen yang keseluruhannya berasal dari 24 wilayah dan 85 kabupaten/kota.

Divisi Advokasi dan Hubungan Eksternal Tim Mitigasi PB IDI, Eka Mulyana, mengatakan Covid-19 bukanlah hoaks atau hasil konspirasi. Pasalnya, virus tersebut telah menyebabkan banyak orang meninggal dunia dalam waktu cepat.

"Kami berharap apabila Anda termasuk orang yang tidak mempercayai adanya Covid ini,  janganlah mengorbankan keselamatan orang lain dengan ketidakpercayaan tersebut," ujar Eka dalam siaran pers pada Sabtu (5/12).

Tingginya lonjakan pasien Covid-19 serta angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi peringatan agar tetap waspada dan mematuhi 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Jika terus mengabaikan protokol kesehatan, tidak hanya akan mengorbankan keselamatan diri sendiri, juga keluarga dan orang terdekat.

Oleh karena itu, Eka meminta seluruh elemen masyarakat mematuhi protokol kesehatan. "Kami dari tim mitigasi PB IDI secara khusus juga mengingatkan kepada para teman sejawat tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk waspada dan tetap menjalankan SOP dalam pedoman standar perlindungan dokter di saat pelayanan dan saat berada di keluarga dan komunitas," ujar dia.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhilah, menambahkan bahwa sekitar 75% perawat yang meninggal akibat virus corona umumnya bertugas di kamar rawat inap. Kemungkinan perawat tertular dari pasien sebelum hasil tes usap mereka keluar dari laboratorium atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Risiko penularan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan pun semakin tinggi dengan jumlah kasus yang semakin meningkat. Terlebih lagi tenaga kesehatan dari berbagai divisi, termasuk petugas laboratorium, sudah kewalahan menangani lonjakan pasien Covid-19.

Oleh karena itu, dia berharap dukungan pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan untuk meningkatkan pemeriksaan kesehatan sehingga bisa diperoleh hasil yang lebih cepat untuk mengurangi angka penularan di rumah sakit. Termasuk pemeriksaan rutin untuk para tenaga kesehatan.

Di sisi lain, anggota Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI  dr Weny Rinawati mengingatkan para tenaga kesehatan agar tidak menurunkan kualitas Alat Perlindung Diri (APD). Saat ini standar level APD yang wajib dikenakan oleh para tenaga kesehatan merupakan level tertinggi sesuai dengan resiko tempat pelayanan.

"Kami juga berharap agar pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan menyediakan APD yang layak bagi para tenaga kesehatan. Sedangkan para tenaga kesehatan yang berpraktek secara pribadi sebaiknya tetap menggunakan APD level sesuai potensi risiko dalam menangani pasien," kata Weny.

Adapun jumlah dokter dan perawat yang meninggal akibat Covid-19 berdasarkan provinsi:
Jawa Timur 39 dokter, 2 dokter gigi, dan 36 perawat,
DKI Jakarta 31 dokter, 5 dokter gigi dan 21 perawat,
Sumatra Utara 24 dokter dan 3 perawat,
Jawa Barat 17 dokter, 3 dokter gigi, dan 18 perawat,
Jawa Tengah 17 dokter dan 21 perawat,
Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat,
Banten 7 dokter dan 2 perawat,
Bali 6 dokter,
DI Aceh 6 dokter dan 2 perawat, Kalimantan Timur 5 dokter dan 3 perawat,
Riau 5 dokter,
DI Yogyakarta 5 dokter dan 2 perawat,
Kalimantan Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat,
Sumatra Selatan 4 dokter dan 5 perawat,
Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat,
Sulawesi Utara 3 dokter,
Nusa Tenggara Barat 2 dokter,
Sumatra Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat,
Kalimantan Tengah 1 dokter dan 2 perawat,
Lampung 1 dokter dan 1 perawat,
Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat,
Bengkulu 1 dokter,
Sulawesi Tenggara 1 dokter dan 2 dokter gigi,
Papua Barat 1 dokter
Papua 2 perawat,
DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat,
Nusa Tenggara Timur 1 perawat,
Kalimantan Barat 1 perawat,

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait