Terawan Tetapkan 6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Akan Digunakan di RI

Terawan menyatakan program vaksinasi Covid-19 bisa dimulai jika BPOM telah mengeluarkan izin edar atau penggunaan pada masa darurat.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
5 Desember 2020, 21:17
vaksin virus corona, terawan, kementerian kesehatan, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
Antara
vaksin virus corona buatan Pfizer. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, salah satunya berasal dari Pfizer.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akhirnya menentukan jenis vaksin virus corona yang akan digunakan di Indonesia. Vaksin tersebut mayoritas berasal dari Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK.01.07/MENKES/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, ada enam jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia.

Pertama, vaksin produksi PT Bio Farma (Persero). Kedua, vaksin produksi AstraZeneca. Ketiga, vaksin China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm). Keempat, Moderna. Kelima, Pfizer Inc. dan BioNTech. Keenam, Sinovac Biotech. 

"Menteri dapat melakukan perubahan jenis vaksin Covid-19 sebagaimana dimaksud berdasarkan rekomendasi Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) dan memperhatikan pertimbangan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional," ujar Terawan dalam Kepmen yang ditandatangani pada 3 Desember 2020 tersebut.

Mayoritas jenis vaksin itu masih dalam dalam tahap pelaksanaan uji klinik tahap ketiga. Oleh karena itu, Terawan menetapkan penggunaan vaksin Covid-19 hanya dapat dilakukan setelah mendapat Izin Edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Adapun pengadaan vaksin akan dibagi ke dalam dua skema. Skema pertama untuk kebutuhan pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan oleh Menteri Kesehatan.

Sedangkan untuk kebutuhan vaksinasi mandiri akan dilaksanakan oleh Menteri BUMN. Keputusan tersebut berlaku mulai pada tanggal ditetapkan yaitu 3 Desember 2020

Di sisi lain, Ahli Epidemiologi FKM Universitas Indonesia dr. Syahrizal Syarif menjelaskan bahwa vaksin merupakan intervensi kesehatan terbaik di abad ke-20. Vaksin juga terbukti mampu menurunkan angka kematian dan kesakitan. 

Meski begitu, dia mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M sambil menunggu tersedianya vaksin. Adapun protokol 3M terdiri dari menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. 

"Karena vaksin ini pasti pemberiannya bertahap, munculnya kekebalan kelompok di masyarakat juga bertahap," ujar Syahrizal dilansir dari covid-19.go.id pada Kamis (3/12).

Sejauh ini, protokol kesehatan kerap diabaikan oleh masyarakat. Survei UNICEF bersama AC Nielsen pada enam kota besar di Indonesia beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa perilaku jaga jarak (47%) lebih rendah daripada memakai masker (71%) dan mencuci tangan (72%).

Padahal, rantai penularan Covid-19 bisa ditekan jika masyarakat konsisten melaksanakan protokol kesehatan. Dengan begitu, kedatangan vaksin bisa menjadi pelengkap bagi proteksi kesehatan masyarakat.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait