Delapan Wilayah di Jabar Masuk Zona Merah Covid-19 Pekan Ini

Ada tiga wilayah yang masuk zona merah pada pekan ini dan satu daerah berhasil keluar dari zona merah Covid-19 di Jawa Barat.
Image title
14 Desember 2020, 15:27
jawa barat, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers usai di Makodam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (22/6/2020). Ridwan Kamil menyebut jumlah kabupaten/kota yang masuk wilayah zona merah Covid-19 semakin banyak.

Kasus Covid-19 di Jawa Barat terus meningkat. Jumlah daerah yang masuk zona merah penyebaran virus corona pun semakin bertambah.

Gubernur Jawa Barat M.Ridwan Kamil menyebut ada delapan daerah zona merah pada pekan ini. Kedelapan daerah tersebut yaitu Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Depok. Sedangkan pada pekan lalu hanya ada enam daerah zona merah.

Dibandingkan pekan lalu, terdapat penambahan tiga daerah yang masuk zona merah yaitu Kota Cimahi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan Kota Tasikmalaya berhasil keluar dari zona merah pada pekan ini. 

"Daerah yang perlu diwaspadai itu Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Karawang, Kabupaten Bekasi ada kenaikan signifikan. Kabupaten Bandung Barat kembali zona merah, Kota Bandung, Cimahi, dan Depok masih merah," kata pria yang akrab disapa Kang Emil dikutip dari Antara pada Senin (14/12).

Advertisement

Lebih lanjut, dia meminta warga yang tinggal di delapan zona merah untuk waspada agar tidak terpapar Covid-19 . Caranya dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Di sisi lain, Kang Emil mengatakan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Jawa Barat secara umum cukup tinggi hingga 82%. Sedangkan tingkat kematian tergolong rendah hanya di angka 1,6%.

"Masalah di Jawa Barat itu tingkat okupansi rumah sakit yang kini ada di 75%," katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan 15 gedung baru untuk pusat isolasi dalam sebulan ke depan. Termasuk asrama-asrama pusat pendidikan (pusdik) dan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung.

Selain menyiapkan tempat isolasi, pihaknya juga menyiapkan beberapa opsi terkait sumber daya manusia (SDM) dalam penanganan pasien Covid-19. "Saya sudah tugaskan untuk analisa penambahan gedung isolasi ini bisa di-cover oleh tenaga kesehatan yang ada dan TNI. Subsidi silang SDM dari daerah yang bebannya rendah ke beban tinggi, serta opsi terakhir perekrutan relawan tenaga kesehatan. Ini sedang dihitung," katanya.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 50 kabupaten/kota yang masuk zona merah di seluruh Indonesia pada akhir November 2020. Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya mencapai 28 kabupaten/kota.

"Saya sangat kecewa karena jumlah daerah yang berada di zona merah bertambah hampir dua kali lipat dari minggu sebelumnnya. Selain itu, jumlah daerah yang berada di zona hijau pun semakin menipis," ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, Selasa (1/12).

Dia pun meminta pemerintah daaerah dan jajarannya mengevaluasi kedisiplinan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Dia juga meminta pemerintah daerah menegakkan kedisiplinan protokol kesehatan dan pelaksaanaan 3T yaitu testing (pemeriksaa), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) di berbagai tatanan kesehatan di daerah.

 

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait