Luhut: Pemerintah akan Perketat Aktivitas Masyarakat saat Libur Nataru

Luhut berharap kasus Covid-19 setelah libur natal dan tahun baru tidak meningkat seperti masa libur panjang sebelumnya.
Image title
15 Desember 2020, 18:13
luhut binsar pandjaitan, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wsj.
Warga menghias pohon cemara menjadi pohon Natal di Pudaksari, Karang Duwet, Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (15/12/2020). Pemerintah melarang perayaan Natal dan Tahun Baru di tempat umum sebagai upaya menekan kasus Covid-19.

Pemerintah akan memberlakukan kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Hal itu untuk mencegah kenaikkan kasus Covid-19 setelah libur panjang. 

Adapun usulan intervensi yang akan dilaksanakan pemerintah yaitu work from home (WFH) 75%, pelarangan perayaan tahun baru di seluruh provinsi, dan pembatasan jam operasional mal, restoran, serta tempat hiburan hingga pukul 19.00 untuk Jabodetabek dan 20.00 untuk zona merah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pengetatan protokol kesehatan juga dilaksanakan di rest area dan tempat-tempat wisata. Selain itu, penumpang kereta api jarak jauh dan pesawat wajib melaksanakan rapid test antigen maksimal H-2.

Khusus untuk kunjungan ke Bali dengan menggunakan pesawat harus melaksanakan tes usap PCR pada H-2 keberangkatan. "Kami bukan menerapkan PSBB, tapi akan menerapkan kebijakan pengetatan yang terukur dan terkendali, supaya penambahan kasus dan kematian bisa terkendali dengan dampak ekonomi yang relatif minimal," ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam siaran pers pada Selasa (15/12).

Advertisement

 

Kementerian Kesehatan mencatat tambahan kasus Covid-19 pada Selasa (15/12) mencapai 6.120. Dengan tambahan tersebut, total orang terinfeksi virus corona di Indonesia menjadi 629.429.

Adapun Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan penambahan kasus terbanyak pada Selasa (15/12) dengan 1.256. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya yang hanya mencapai 600.

Sedangkan kasus baru di Jakarta turun tipis menjadi 1.117 dari hari sebelumnya yang mencapai 1.506. Peningkatan kasus yang cukup signifikan juga terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masing-masing provinsi mencatat tambahan orang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 764 dan 735.

Sedangkan jumlah orang yang sembuh dari virus corona pada hari ini bertambah 5.699. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 15 Oktober 2020 yang mencapai 5.810. Dengan tambahan tersebut, jumlah kumulatif kesembuhan di Tanah Air mencapai 516.656.

Penambahan angka kesembuhan terbanyak pada Selasa (15/12) juga berasal dari Jawa Barat sebanyak 1.140 dan Jakarta 1.1370. Disusul oleh Jawa Tengah (877) dan Jawa Timur (706).

Sedangkan jumlah orang meninggal akibat Covid-19 bertambah 155. Angka tersebut melonjak signifikan dari hari sebelumnya yang hanya 137 orang. Dengan penambahan tersebut, jumlah orang yang tewas akibat virus corona mencapai 19.111.

Mayoritas masih berasal dari Jawa Timur yang mencatatkan jumlah tambahan kasus meninggal sebanyak 49 orang. Kemudian, Jawa Tengah dan Jakarta dengan masing-masing sebanyakk 23 dan 22 orang. Sedangkan sebanyak 23 provinsi mencatatkan jumlah kematian di bawah 10 dan delapan provinsi nihil kasus.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait