Jumlah Covid-19 RI Tambah 6.725 Orang, Kasus Tertinggi di Jawa Barat

Jumlah kasus baru Covid-19 di Jawa Barat mencapai 1.434 orang.
Image title
16 Desember 2020, 17:12
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jawa barat, jakarta, gerakan 3M, satgas covid-19
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.
Petugas keamanan berjaga di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). Jawa Barat mencatatkan kasus Covid-19 sebanyak 1.434 orang pada Rabu (16/12).

Kasus Covid-19 di Tanah Air terus melonjak tajam. Pada Rabu (16/12), jumlahnya bertambah 6.725 orang.

Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar dengan 1.434. Jumlah tersebut lebih tinggi dari Jakarta yang mencapai 1.221.

Dua provinsi itu disusul oleh Jawa Timur dengan 755 kasus. Sedangkan Jawa Tengah hanya mencatat tambahan 421, lebih rendah dari hari sebelumnya sebanyak 764.

Hal itu berbeda dengan Sulawesi Selatan yang mencatatkan penambahan kasus cukup signifikan. Per 16 Desmeber 2020, penambahan angka positif Covid-19 di provinsi itu mencapai 447, naik dari 78 pada hari sebelumnya.

Advertisement

Sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia hingga Rabu (16/12) sebesar 636.154. Dari jumlah tersebut sebanyak 521.984 atau 82,1% telah sembuh.

Adapun angka kesembuhan pada hari ini mencapai 5.328. Mayoritas berasal dari Jakarta (1.140) dan Jawa Barat (1.020).

Disusul oleh Jawa Tengah sebanyak 859 dan Jawa Timur 537. Sedangkan Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Papua tidak mencatat tambahan angka kesembuhan.

Di sisi lain,  jumlah orang yang meningkat akibat Covid-19 bertambah 137. Sehingga totalnya mencapai 19.248.

Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan tingkat kematian tertinggi dengan 47 orang. Disusul oleh Jawa Tengah dan Jakarta dengan masing-masing sebanyak 24 dan 22 orang.

Sedangkan 16 provinsi lainnya mencatat jumlah kematian di bawah 10. Sisanya sebanyak 15 provinsi nihil kasus kematian.

Tingkat Positif Naik Tajam Sejak Libur Panjang Oktober 2020

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan juga mencatat jumlah orang yang dites per Rabu (16/12) bertambah 36.592. Sedangkan jumlah spsimen yang diperiksa mencapai 61.291. Jumlah orang yang dites dengan jumlah orang yang diperiksa berbeda karena satu orang bisa diperiksa spesimennya berkali-kali.

Dengan penambahan tesebut, total orang yang dites Covid-19 mencapai 4,38 juta dan spesimen sebanyak 6,54 juta. Dengan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebesar 636.154, tingkat positif di Indonesia pun mencapai 14,51%.

Jumlah tersebut naik tipis dari hari sebelumnya sebeasar 14,47%. Hal itu sejalan dengan tingkat positif di Indonesia yang terus meningkat sejak libur panjang akhir Oktober 2020.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengatakan jumlah orang yang diperiksa pada libur panjang akhir Oktober hanya sedikit. 

Sehingga tingkat positif di Indonesia kala itu hanya sebesar 13,44%. Angkanya sempat turun ke level 12,53% dalam dua pekan setelah libur panjang. 

Namun, hasil itu hanya sementara. Pada minggu ketiga Oktober 2020, tingkat posiitf meningkat menjadi 13,83%. Kemudian naik lagi menjadi 14,67% dan pada pekan lalu mencpaai 17,31%.

"Itu dampak libur panjang Oktober 2020 dan waktu jeda yang lebih lama dari tiga libur panjang sebelumnya. Selain itu ada beberapa kejadian yang menyebabkan kerumunan massa  sehingga tingkat penularan visu corona makin tinggi," ujar Dewi.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait