Pemerintah Berencana Tetapkan Syarat Swab Antigen di Seluruh Daerah

Provinsi Bali dan DKI Jakarta telah menerapkan syarat tes usap antigen dan PCR untuk pelaku perjalanan ke provinsi tersebut. Hal itu untuk mencegah penularan virus corona.
Image title
17 Desember 2020, 19:01
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M, jakarta
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Warga menjalani "swab test" di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). Pemerintah berencana memberlakukan syarat swab test antigen bagi pelaku perjalanan di semua daerah pada periode libur Natal dan Tahun Baru.

Satgas Penanganan Covid-19 menyebut ada tren lonjakan kasus setiap periode libur panjang. Untuk mengantisipasinya, pemerintah berencana menerapkan syarat ketat dalam libur panjang akhir tahun. 

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah tengah menyusun kebijakan terkait periode libur panjang. Salah satu usulannya yaitu menetapkan syarat tes bagi pelaku perjalanan. 

Dengan syarat tersebut, pemerintah ingin memastikan para pelaku perjalanan dalam kondisi sehat. "Kami meminta pemerintah daerah melindungi masyarakatnya dengan mewajibkan pelaku perjalanan sehat. Caranya dengan swab test antigen sebagai alat screeing Covid-19 yang diakui oleh WHO," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual pada Kamis (17/12).

Sejauh ini, Bali dan Jakarta telah mengimplementasikan kebijakan tersebut. Bahkan Bali mewajibkan pelaku perjalanan yang mengunakan pesawat wajib tes usap PCR H-2 keberangkatan.

Advertisement

Di sisi lain, Satgas meminta masyarakat mematuhi aturan tersebut jika telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Pasalnya, aturan itu dibuat untuk melindungi masyarakat dari Covid-19.

Apalagi selalu terjadi tren kasus positif setelah periode libur panjang. Hal itu menyebabkan kurangnya tempat tidur di ruang isolasi dan ICU. Satgas mencatat keterisian rumah sakit di beberapa daerah telah mencapai 70%. 

Dengan kondisi tersebut, tugas tenaga kesehatan di rumah sakit semakin bertambah. Sehingga menimbulkan potensi penurunan kasus kesembuhan dan peningkatan korban jiwa akibat Covid-19. 

Seperti data Kementerian Kesehatan pada Kamis (17/12) yang menyebut penambahan orang meninggal akibat Covid-19 mencapai 142. Penambahan tertinggi angka kematian terjadi di Jawa Timur dengan 39 orang.

Kemudian disusul oleh Jawa Tengah (30), Jakarta (20), dan Jawa Barat (11). Sehingga total kematian di Indonesia mencapai 19.390.

Sedangkan jumlah kesembuhan bertambah 4.995 dengan total mencapai 526.979. Mayoritas penyumbang angka kesembuhan dari Jakarta dengan 1.376. Meskipun jumlahnya terus bertambah, angka kesembuhan dalam tiga hari terakhir terus turun.

Pada Selasa (15/12), penambahannya sebesar 5.699. Pada hari berikutnya, angkanya lebih kecil menjadi 5.328 dan turun lagi menjadi 4.995 pada Kamis (17/12). Peningkatan kasus memang tidak dibarengi dengan angka kesembuhan.

Hal itu terjadi karena pasien yang dirawat memerlukan waktu untuk sembuh dari Covid-19. Sedangkan penyebaran virus corona bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Terutama jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait