Peneliti ITB Proyeksi Kasus Covid-19 RI Naik 3 Kali Lipat Tahun Depan

Tingkat produksi virus corona di Indonesia cukup tinggi sehingga penularannya begitu cepat. Hal itu bisa berdampak pada kenaikkan kasus Covid-19 hingga 2 juta pada akhir 2021.
Image title
18 Desember 2020, 19:16
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Pengendara melintas di dopant mural lawan covid-19 di Kawasan Tomang, Jakarta Barat, Rabu (2/12/2020). Peneliti dari ITB memproyeksi kasus Covid-19 di Indonesia bisa mencapai 2 juta orang pada akhir 2021.

Kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan secara kumulatif, total orang yang terinfeksi virus corona telah mencapai 650 ribu pada Jumat (18/12). 

Meski begitu, angka tersebut bukanlah akhir dari pandemi. Justru peneliti matematika dari Institut Teknologi (ITB) memproyeksi kasus Covid-19 akan semakin masif pada tahun depan. 

Ahli Matematika Nuning Nuraini memproyeksi jumlah orang yang terinfesi virus corona pada 2021 naik hingga dua sampai tiga kali lipat. Proyeksi tersebut berdasarkan perhitungan matematis dari kejadian pandemi akhir-akhir ini.

“Kalau saya pergunakan model perhitungan yang mudah menggunakan Richard’s Curve, bisa jadi sampai tahun depan berkisar dua atau tiga kali lipatnya,” ujar Nuning kepada Katadata.co.id, Rabu (16/12).

Advertisement

Dalam perhitungannya, dia memproyeksi hampir dua juta penduduk Indonesia akan terpapar virus corona sampai akhir tahun 2021. Meski begitu, Nuning memperingatkan bahwa proyeksi tersebut hanya berupa perhitungan berbasis data dari 14 November hingga 10 Desember 2020

Perhitungan tersebut dilakukan dengan mengakumulasi data yang ada dan mencocokannya dengan data sebelumnya atau historical matching. Angka tersebut bisa berubah tergantung pada kapasitas tes di Indonesia ke depannya.

Nuning menjelaskan bahwa kualitas perhitungan akan semakin baik apabila kapasitas tes bisa semakin menjangkau banyak khalayak. Dengan begitu, semakin banyak kasus yang terdata sehingga proyeksi penyebaran dan jumlah orang yang terinfeksi bisa semakin akurat. 

Pasalnya, data yang tersaji saat ini tidak menggambarkan dentitas penduduk Indonesia. Kemudian, data kasus Covid-19 yang diperbaruhi berkala setiap harinya oleh Kemenkes tidak mencakup populasi terinfeksi sepenuhnya.

Dia  pun mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan jumlah tes hingga mencapai standar WHO. Selain itu, dia juga berharap pemerintah terus menegakkan disiplin protokol 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Pasalnya, kondisi penegakkan disiplin protokol kesehatan di masyarakat juga dapat mempengaruhi dinamika data proyeksi Covid-19. Di sisi lain, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan bisa mempercepat penanganan pandemi corona. 

 

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan mencatat tambahan kasus Covid-19 pada Jumat (18/12) mencapai 6.689. Dengan begitu, total orang terkonfirmasi positif sebesar 650.197.

Dari penambahan kasus hari ini, jumlah tertinggi berasal dari Jakarta dengan 1.587. Secara kumulatif, ibu kota juga menempati urutan pertama kasus terbanyak di Indonesia dengan 159.620. Diikuti oleh Jawa Timur dengan 73.798 dan Jawa Barat sebanyak 71.764.

(Penyumbang bahan: Ivan Jonathan)

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait