Cegah Covid-19, Hindari Aktivitas Berikut Ini Saat Perayaan Tahun Baru

Satgas Covid-19 khawatir perayaan tahun baru dan libur panjang mendorong lonjakan kasus virus corona.
Image title
30 Desember 2020, 19:46
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3m
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/NZ.
Warga meninggalkan Taman Margasatwa Ragunan yang tutup di Jakarta Selatan, Jumat (25/12/2020). Masyarakt harus menghindari aktivitas yang menciptakan kerumunan agar terhindar dari Covid-19.

Pergantian tahun biasanya dirayakan dengan meriah. Namun, tahun ini akan dirayakan berbeda karena adanya pandemi corona

Satgas Penanganan Covid-19 pun telah mengimbau masyarakat untuk merayakan tahun baru di rumah saja. Sebab, kasus positif tengah meningkat dalam dua bulan terakhir. 

"Kenaikkan kasus sudah tinggi sekali. Jangan sampai kita menambah kasus selama libur akhir tahun," kata Kepala Bidang Data dan Teknologi Informasi Dewi Nur Aisyah pada Rabu (30/12).

Selain mengimbau masyarakat tidak bepergian, Dewi juga menyarankan masyarakat membeli kebutuhan pokok melalui layanan daring. Sebab, ada risiko terjadi kerumunan jika berbelanja menjelang pergantian tahun.

Advertisement

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak berkumpul  dengan banyak orang dalam satu ruangan untuk merayakan tahun baru. Menurut dia, hal itu berisiko tinggi meningkatkan penularan virus corona.

Jika ada keluarga yang berbeda rumah ingin merayakan pergantian tahun bersama-sama, dia menyarankan agar tetap menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"3M merupakan kunci, meskipun paling baik menghabiskan waktu dengan keluarga di rumah saja. Jangan bepergian keluar apalagi dengan teman yang berbeda rumah," ujar dia.

Selain hal tersebut, Satgas Penanganan Covid-199 juga mengimbau masyarakat tidak mengadakan pesta makan besa dengan orang-orang yang berbeda rumah. Masyarakat juga diharapkan tidak menghadiri acara parade, festival, atau perayaan lainnya yang menciptakan kerumunan.

Risiko Tinggi Kematian pada Lansia 

Lebih lanjut, Dewi mengingatkan bahwa mayoritas pasien Covid-19 yang meninggal dunia merupakan lansia. Padahal kasus positif terbanyak berasal dari mereka yang berusia produktif.

Hal itu terjadi karena lansia memiliki risiko kematian yang cukup tinggi. Berdasarkan data Satgas Penganana Covid-19, pasien berusia 31-45 tahun memiliki risiko kematian 6,5 kali lebih tinggi dari mereka yang berusia 19-30 tahun. 

Orang berusia 46-59 tahun memiliki risiko hingga 15 kali lebih tinggi. Sedangkan orang berusia 60 tahun ke atas memiliki risiko 29 kali lebih tinggi dibandingkan usia 19-30 tahun.

Dengan kondisi tersebut, Dewi mengingatkan agar anak muda lebih waspada dan patuh pada 3M. Sebab, orang tua berisiko tinggi meninggal jika terinfeksi Covid-19. 

"Putus penularan Covid-19 dengan 3M. Patuhi protokol kesehatan dan jika ada gejala segera periksakan ke dokter, jangan tunggu kondisi para baru mencari rumah sakit," katanya. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait