Bio Farma Mulai Distribusikan Vaksin Covid-19 ke 34 Provinsi Hari Ini

Meski BPOM belum mengeluarkan izin penggunaan darurat, pemerintah optimistis program vaksinasi Covid-19 dapat dimulai pada pekan kedua Januari 2021.
Image title
3 Januari 2021, 14:38
vaksin virus corona, covid-19, bio farma, kementerian kesehatan, pandemi corona, pandemi, jakarta
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Truk yang membawa Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac siap meninggalkan Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020). Bio Farma mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 Sinovac ke 34 provinsi pada Minggu (3/1).

PT Bio Farma mulai mendistribusikan vaksin virus corona ke 34 provinsi pada Minggu (3/1). Hal itu sebagai persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. 

Perusahaan pelat merah itu juga telah menyiapkan fasilitas rantai dingin di seluruh puskesmas yang akan menerima vaksin Covid-19. Sebab, vaksin harus disimpan dalam suhu 2-8 derajat Celcius. 

"Rantai dingin sudah siap, sehingga pendistribusian dari Bio Farma hingga puskesma bisa berjalan dengan baik," ujar Juru Bicara Vaksin Covid-19 Bio Farma Bambang Herianto dalam konferensi pers virtual pada Minggu (3/12).

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tramidzhasil optimistis pelaksanaan vaksinasi bisa berjalan pada minggu kedua atau ketiga Januari 2021. Itu lantaran uji klinis di Brasil dan Turki menunjukkan hasil yang baik. 

Begitu juga dengan pelaksanaan uji klinik di Bandung yang dijalankan oleh Universitas Padjadjaran. Meski begitu, pemerintah tetap menanti izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memulai vaksinasi Covid-19. 

Adapun program vaksinasi ditargetkan berlangsung selama 15 bulan mulai dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Rencananya vaksin diberikan kepada 181,5 juta penduduk dalam dua periode. 

Periode pertama berlangsung selama Januari-April 2021 untuk 1,3 juta orang tenaga kesehatan dan 17,4  juta petugas publik di 34 provinsi. Periode kedua berlangsung dari April 2021 hingga Maret 2022 yang akan menjangkau jumlah masyarakat sisa periode pertama. 

Untuk melaksanakan program vaksinasi tersebut, pemerintah telah menerima 3 juta dosis vaksin dari Sinovac. Pemerintah juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan AstraZeneca dan Novavax untuk mendatangkan vaksin Covid-19 ke Tanah Air. 

Nantinya, vaksin yang telah siap digunakan akan disalurkan ke 13.000 puskesmas, sekitar 2.500 rumah sakit, dan 49 kantor kesehatan pelabuhan. Pemerintah juga telah memiliki 30 ribu vaksinator yang siap melaksanakan vaksinasi. 

"Kami cukup optimistis menyediakan dan melaksankana vaksinasi dalam 15 bulan," kata Nadia. 

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait