Kasus Covid-19 RI Bertambah 7.445, Tertinggi di Jakarta dan Jabar

Meski jumlah tes Covid-19 bertambah, tingkat positif di Indonesia masih tinggi hingga mencapai 19,43%.
Image title
5 Januari 2021, 17:19
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, jawa barat, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Warga bersiap menyeberang Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta, Kamis (17/12/2020). Jakarta dan Jawa Barat menjadi penyumbang tertinggi kasus Covid-19 di Indonesia pada Selasa (5/1).

Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus Covid-19 pada Selasa (5/1) sebesar 7.445. Sehingga total orang yang terinfeksi virus corona di Tanah Air mencapai 779.548.

Penambahan kasus tertinggi hari ini berasal dari Jakarta (1.824) dan Jawa Barat (1.100). Kedua provinsi itu menyumbang tambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebesar 39,27%.

Disusul oleh Jawa Tengah (996), Jawa Timur (727), dan Sulawesi Selatan (639). Ketiga provinsi itu berkontribusi hingga 31,71% pada penambahan kasus harian.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan juga melaporkan penambahan angka kesembuhan sebesar 6.643. Sehingga total angka kesembuhan di Indonesia mencapai 645.746. Penambahan angka kesembuhan disumbang oleh tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah (1.549), Jakarta (1.341), dan Jawa Barat (1.083).

Advertisement

Sedangkan angka kematian bertambah 198 sehingga total orang yang meninggal akibat Covid-19 di Tanah Air mencapai 23.109. Provinsi yang menyumbang angka kematian tertinggi pada 5 Desember 2020 yaitu Jawa Timur dengan 54 orang dan Jawa Tengah dengan 53 orang.

Kemudian, Jakarta dengan kasus meninggal sebanyak 19 orang. Sedangkan 23 provinsi lainnya mencatat angka kematian di bawah 10 dan sisanya sebanyak delapan provinsi nihil kasus.

Jumlah Tes Bertambah, Positivity Rate masih Tinggi

Meningkatnya kasus Covid-19 sejalan dengan jumlah orang dan spesimen yang diperiksa. Pada Selasa (5/1), jumlah orang yang dites bertambah 38.309 dan spesimen yang diperiksa sebanyak 60.520. Sehingga tingkat positif mencapai 19,43%.

Sedangkan berdasarkan data akun Twitter KawalCOVID19, jumlah rata-rata orang yang diperiksa dalam sepekan terakhir hanya mencapai 32.885. Jumlah spesimen yang diperiksa dalam tujuh hari terakhir sebanyak 50.418.

Dengan begitu, tingkat positif Indonesia dalam sepekan terakhir mencapai 22,77%. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari standar WHO sebesar 5%.

Hal itu menunjukkan tingkat penularan virus corona cukup tinggi dan pandemi tidak terkendali. Jika suatu negara berhasil mengendalikan pandemi, tingkat positif harus berada di bawah 5%.

Untuk mengendalikan pandemi, pemerintah harus meningkatkan jumlah tes, telusur dan tindak lanjut atau 3T (testing, tracing, and treatment). Di sisi lain, masyarakat harus meningkatkan kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Jika ditambah dengan program vaksinasi Covid-19 yang akan dimulai pada pekan depan, pemerintah optimistis dapat mengendalikan pandemi. "Meskipun vaksinasi minggu depan sudah dimulai, saya minta untuk tetap kita waspada, tidak lengah, disiplin terhadap protokol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan, tidak ke tempat-tempat kerumunan, dan jaga jarak. Karena kuncinya ada di situ, sampai nanti vaksinasi ini selesai," ujar Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (5/1).

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait