NU & Muhammadiyah Dukung Program Vaksinasi Covid-19

Dua Organisasi Islam terbesar di Indonesia itu berharap MUI segera mengeluarkan fatwa halal vaksin virus corona.
Image title
7 Januari 2021, 19:01
vaksin virus corona, Nadhatul Ulama, NU, Muhammadiyah, covid-19, virus corona, pandemi corona, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/rwa.
Dua warga melintasi papan informasi terkait vaksinasi COVID-19 di Jakarta, Kamis (31/12/2020). Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia mendukung program vaksinasi Covid-19.

Pemerintah berencana memulai program vaksinasi Covid-19 pada pekan depan. Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, mendukung upaya vaksinasi tersebut. 

Meski begitu, Majelis Pembina Kesehatan Umum Muhammadiyah Agus Samsudin mengingatkan agar vaksin yang diberikan ke masyarakat harus terjamin keamanan dan efektivitasnya. Untuk menjamin hal tersebut, produsen vaksin harus mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, dia mengatakan vaksin yang akan digunakan harus halal. "Kami minta MUI memastikan kehalalan dari vaksin itu. Kalau dua hal itu terpenuhi, kami dari Muhammadiyah siap mendukung,” ujar Agus kepada Katadata.co.id pada Kamis (7/1).

Di sisi lain, Ketua PBNU Marsudi Syuhud mengatakan masyarakat harus mematuhi arahan otoritas terkait penanganan pandemi, termasuk program vaksinasi Covid-19. Apalagi menurut dia, vaksin merupakan sesuatu yang baik untuk masyarakat.

Advertisement

Terdapat dua faktor utama yang menjadi alasan masyarakat untuk tak khwatir terhadap vaksinasi Covid-19. Pertama, vaksin bertujuan untuk menjaga keselamatan diri.

“Vaksin antara lain tujuan nya untuk itu, menjaga jiwa. Agar jiwanya itu selamat, itu menjadi tujuan syariah,” ujar Marsudi.

Kedua, vaksin  sudah dipersiapkan dan dikaji dengan baik oleh pihak terkait. Seperti BPOM untuk keamanan dan keampuhan vaksin, serta MUI untuk memeriksa kehalalan vaksin.

Dengan begitu, dia berharap tidak ada masyarakat yang ragu mengikuti program vaksinasi Covid-19. "Apa yang dimasukkan (ke tubuh) bukanlah sesuatu yang najis dan haram," katanya.

(Penyumbang bahan: Ivan Jonathan)

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait