Vaksin Covid-19 Buatan Moderna Bisa Berikan Imunitas Selama 1 Tahun

Pemerintah Indonesia sejauh ini belum memesan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Moderna.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
12 Januari 2021, 11:32
vaksin virus corona, moderna, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, internasional, gerakan 3M
ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Munoz/Pool/foc/cf
Foto Eduardo Munoz/Pool. Vaksin COVID-19 Moderna di Northwell Health's Long Island Jewish Valley Stream Hospital di New York, Amerika Serikat, Senin (21/12/2020). Moderna mengklaim vaksin buatannya ampuh untuk berbagai jenis strain baru virus corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Moderna Inc mengklaim vaksin virus corona hasil eksperimennya dapat memberikan kekebalan hingga satu tahun. Vaksin tersebut juga bisa digunakan untuk varian baru Covid-19

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut telah mengembangkan vaksin dengan teknologi messenger RNA atau mRNA sintetis bernama mRNA-1273. Teknologi itu digunakan untuk meniru permukaan virus corona yang diharapkan mendorong sistem kekebalan tubuh mengenali dan menetralkannya.

Dalam pengembangannya, Moderna terus menjalankan tes dengan berbagai varian strain baru. Produsen farmasi itu pun yakin teknologi mRNA yang digunakannya cocok untuk menyebarkan vaksin berdasarkan varian baru virus corona yang telah muncul di beberapa negara.

Sejauh ini, Moderna mengklaim mampu memproduksi vaksin dengan jumlah yang banyak. Perusahaan menargetkan dapat mengirim 600 juta dosis dan 1 miliar dosis vaksin secara bertahap pada tahun ini.

Dengan jumlah tersebut, Moderna diproyeksi bakal mendapatkan dana US$ 11,7 miliar atau Rp 166,3 triliun dari hasill penjualan vaksin. "Tim merasa sangat nyaman dengan rekam jejak yang kami miliki sekarang, kami berada di jalur yang tepat untuk memberikan setidaknya 600 juta dosis," kata Chief Executive Officer Moderna Stéphane Bancel dilansir dari Reuters pada Selasa (12/1).

Meski begitu, Indonesia belum memesan vaksin dari Moderna. Sejauh ini, pemerintah baru mendapatkan 3 juta dosis vaksin dari Sinovac.

Selain itu, pemerintah memesan vaksin Novavax sebanyak 50 juta vaksin, Covax/GAVI 54 juta, Astrazeneca 50 juta, dan Pfizer 50 juta. Rencananya pemerintah akan memberikan vaksin virus corona dalam dua periode.

Periode pertama berlangsung selama Januari-April 2021 yang diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan, 7,4 juta petugas publik, dan 21,5 juta orang lansia. Selanjutnya, periode kedua pada April 2021-Maret 2022 untuk 63,9 juta masyarakat di daerah dengan tingkat penularan tinggi dan kelompok masyarakat lainnya sebanyak 77,4 juta.

Meski program vaksinasi segera berjalan, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Protokol kesehatan dan vaksinasi dapat memberikan perlindungan ganda terhadap penularan virus corona.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait