Satgas Corona Perpanjang Larangan Masuk Orang Asing hingga 25 Januari

Pelarangan WNA masuk ke Indonesia untuk mencegah penyebaran varian baru virus corona.
Image title
14 Januari 2021, 17:53
satgas covid19, virus corona, covid-19, WNA, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
Seorang warga negara asing (WNA) berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/1/2021). Pemerintah Indonesia memperpanjang kebijakan pelarangan warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia hingga 25 Januari mendatang guna mencegah masuknya varian baru virus corona (SARS CoV-2).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperpanjang pelarangan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No 2 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional yang berlaku 15 – 25 Januari 2021. 

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan upaya tersebut diperlukan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penyebaran berkembangnya virus corona.  Terutama dari virus SARS CoV-2 varian baru B117 yang berasal dari Inggris. 

“Kami memperpanjang pelarangan WNA masuk ke Indonesia dan mengatur WNI yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri dengan mengatur lebih rinci mengenai ketentuan karantina bagi WNA, “ ujar Doni dalam siaran pers pada Kamis (14/1).

Pelarangan bagi WNA untuk masuk ke Indonesia itu dikecualikan bagi pemegang izin tinggal diplomatik dan tinggal dinas, pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) serta WNA dengan pertimbangan dan izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga. Selain WNA yang dikecualikan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri masih diperkenankan masuk ke Indonesia. 

Adapun WNA yang dikecualikan maupun WNI yang baru tiba dari luar negeri, wajib menjalani beberapa ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Pertama, seluruh perjalanan internasional yang berstatus WNI maupun WNA dari luar negeri yang memasuki Indonesia, baik langsung maupun transit, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR di negara asal.

Sampel untuk tes PCR harus diambil kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Pelaku perjlanan juga harus melaksanakan tes ulang RT-PCR saat tiba di Indonesia.

Kedua, pelaku perjalanan wajib menjalani karantina selama lima hari baik bagi WNA yang dikecualikan maupun WNI yang tiba dari luar negeri. WNI dapat menjalankan karantina di tempat akomodasi khusus yang disediakan Pemerintah.

Sedangkan WNA harus menjalankannya dengan biaya mandiri di tempat akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina dari Kementerian Kesehatan. Kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat karantina mandiri di kediaman masing-masing. Adapun, diplomat asing lainnya dapat karantina di tempat yang disediakan pemerintah.

Ketiga, WNA dan WNI yang telah karantina selama lima hari terhitung pada saat kedatangan, wajib tes ulang RT-PCR. Apabila menunjukkan hasil positif, maka harus mengikuti perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung pemerintah dan WNA dengan biaya mandiri. Bagi mereka yang menunjukkan hasil negatif diperkenankan melanjutkan perjalanan

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait