Gelombang Baru Covid-19 di Tiongkok Berasal dari Kasus Impor

Tiongkok menyebut pelaku perjalanan dari luar negeri dan impor makanan beku menyebabkan jumlah kasus Covid-19 meningkat di empat kota.
Image title
16 Januari 2021, 18:52
tiongkok, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/REUTERS/cnsphoto /rwa/cf
Warga memberikan formulir untuk menerima vaksin penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, Minggu (3/1/2021). Kasus Covid-19 di Tiongkok kembali meningkat yang diklaim karena pelaku perjalanan dari luar negeri dan impor makanan beku yang terkontaminasi.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kasus Covid-19 di Tiongkok terus meningkat. Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Tiongkok menyebut lonjakan kasus itu terjadi karena pelaku perjalanan dari luar negeri dan impor makanan beku yang terkontaminasi.

Di sisi lain, Menteri NHC Ma Xiaowei mengatakan virus corona itu telah menyebar ke daerah pedesaan. Itu terjadi setelah pemerintah melonggarkan tindakan dan pengendalian pandemi.

Penyebaran virus pun ditemukan dari kegiatan pesta pernikahan atau pertemuan kelompok besar. Hal itu pun menimbulkan kekhawatiran karena Tiongkok akan menghadapi Tahun Baru Imlek sebulan lagi.

Adapun negara tersebut mencatat lonjakan kasus Covid-19 tertinggi dalam 10 bulan terakhir pada pekan ini. Pada 15 Januari 2021, Tiongkok melaporkan 130 kasus virus corona, dibandingkan 144 kasus sehari sebelumnya.

Dari angka tersebut, 130 merupakan infeksi lokal, 90 di antaranya berada di provinsi Hebei di sekitar Beijing yang paling terpukul pandemi.Sebanyak 23 kasus lainnya ditemukan di provinsi Heilongjiang timur laut sementara dua kasus dilaporkan di Beijing.

Otoritas juga melaporkan 79 pasien asimtomatik baru, yang tidak diklasifikasikan sebagai kasus yang dikonfirmasi, ditemukan pada 15 Januari 2021 dibandingkan dengan 66 hari sebelumnya. Sehingga jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Tiongkok daratan mencapai 88.118. Sedangkan jumlah kematian tetap tidak berubah di 4.635.

Akibatnya, sekitar 28 juta orang telah diisolasi di negara tersebut. "Sejak Desember 2020, kelompok epidemi telah terjadi di Beijing, Sichuan, Liaoning, Hebei dan Heilongjiang," kata Ma dilansir dari Reuters pada Sabtu (16/1).

Di sisi lain, Tiongkok menyebut lonjakan itu terjadi ketika tim penyelidik yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berada dalam karantina di Kota Wuhan, tempat penyakit itu pertama kali terdeteksi pada akhir 2019. Tim tersebut bertujuan untuk menyelidiki asal-usul pandemi yang kini telah menewaskan hampir 2 juta orang di seluruh dunia.

Meski begitu, Tiongkok berusaha mendorong narasi melalui media pemerintah bahwa virus itu berasal dari luar negeri sebelum ditemukan pada akhir 2019 di Kota Wuhan. Selain itu, Tiongkok menajdi satu-satunya negara yang menyebut Covid-19 dapat ditularkan melalui impor makanan beku, meskipun WHO meremehkan risiko tersebut. 

 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait