Kasus Corona Melonjak, PSBB di DKI Jakarta Terancam Diperketat

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi juga meminta aparat kemanan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.
Image title
18 Januari 2021, 20:17
jakarta, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Petugas melakukan sosialisasi protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 menggunakan poster di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (13/9/2020). Sosialisasi tersebut dilakukan menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta pada Senin (14/9/2020) besok. Kasus Covid-19 di Jakarta sejak awal tahun terus melonjak tajam.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kasus Covid-19 terus meningkat sejak awal tahun ini. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi pun meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperketat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal itu harus dilakukan jika kasus Covid-19 terus melonjak sampai batas PSBB saat ini pada 25 Januari 2021. "Kalau tidak ada penurunan hingga 25 Januari 2021, kami akan perpanjang lagi karena besar sekali ini (pertambahannya). Ya, lebih diketatkan juga," kata Prasetio seperti dikutip dari Antara, Senin (18/1). 

Menurut Prasetio, lonjakan kasus di Jakarta ini, berasal dari libur panjang pada akhir tahun lalu. Terlebih lagi, banyak pekerja di DKI Jakarta yang dari luar daerah terdeteksi dan ditampung sebagai pasien Covid-19 di ibu kota.

"Saya mengecek Wisma Atlet sampai penuh saat ini," katanya.

Di sisi lain, Prasetio meminta aparat keamanan, baik TNI atau Polri untuk menindak tegas pelanggar protokol kesehatan. Mulai dari ketentuan maksimal masuk perkantoran hanya 25%, larangan berkerumun, hingga penggunaan masker.

Dia juga mengimbau masayarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Sehingga kasus Covid-19 di ibu kota bisas ditekan.  

Sebelumnya, Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono menilai pengetatan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di ibu kota belum maksimal. Akibatnya penularan Covud-19 masih sulit dikendalikan.

"Kalau mau PSBB seperti ini harus dilakukan dengan serius. Kalau mau, lebih baik di-lockdown atau PSBB tingkat berat," kata Tri.

Tri melihat pembatasan sektor usaha hingga 25% tidak dilaksanakan dengan serius. Hal itu bisa dilihat dari masih padatnya jalan di Jakarta. Jika hal itu ditaati, Jakarta seharusnya jauh lebih sepi dari kondisi saat ini.

Dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah DKI mencatat penambahan kasus Covid-19 di ibu kota selalu bertambah lebih dari 3.000 kasus. Angka rasio positif pun terus meroket. Hingga Minggu (17/1) tercatat rasio positif penularan Covid-19 di Jakarta mencapai 18,9 persen.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait