Gejala Long Covid-19 Semakin Banyak, Menyerang Fisik dan Mental

Dalam waktu enam bulan sejak sembuh, seseorang penyintas masih merasakan minimal satu gejala long Covid-19.
Image title
21 Januari 2021, 15:53
long covid-19, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/REUTERS/China Daily
Petugas medis merawat pasien di Pusat Konferensi dan Pameran Internasional Wuhan pada Rabu (5/2/2020). Penyintas infeksi virus corona di Wuhan merasakan gejala long Covid-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Studi di Tiongkok menunjukkan bahwa gejala long Covid-19 semakin beragam. Gejala yang dirasakan oleh penyintas infeksi virus corona itu tidak hanya menyerang fisik tetapi juga mental.

Dilansir dari Lancet.com, gejala long Covid-19 yang dirasakan pasien setelah sembuh yaitu, kelelahan atau kelemahan otot sebesar 63%, kesulitan tidur 26%, kerontokan rambut 22%, gangguan indra penciuman 11%, jantung berdebar 9%, dan nyeri sendi 9%.

Selain itu, pasien merasakan gejala gangguan mental berupa kecemasan atau depresi. Sedangkan pasien dengan sakit merasakan gangguan fungsi paru-paru sehingga memerlukan perawatan setelah kepulangan dari rumah sakit.

Adapun gejala long Covid-19 itu ditemukan pada 76% dari 1.733 pasien di Rumah Sakit Jin Yin-tan. Rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan pertama yang ditunjuk untuk pasien Covid-19 di Wuhan, Hubei, Tiongkok. 

Adapun peserta studi merupakan orang yang telah sembuh dari Covid-19 dengan kriteria tidak demam selama tiga hari berturut-turut, memiliki pernafasan yang lebih baik, lesi pada paru-paru mulai sembuh, dan tes negatif selama dua kali 24 jam. Para pasien yang memenuhi kriteria menjalani wawancara kuesioner, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan tes jalan kaki enam menit yang dijalankan pada Januari-Mei 2020.

 

Di sisi lain, studi itu juga menunjukkan bahwa ada risiko reinfeksi pada penyintas Covid-19. Dalam sebuah laporan yang diikuti 30.082 pasien, ditemukan bahwa titer antibodi penyintas Covid-19 dengan gejala ringan bisa stabil selama tiga bulan. Namun, antibodi itu mulai menurun setelah lima bulan yang menyebabkan adanya peluang terkena Covid-19 kembali. 

Dengan kondisi tersebut, masyarakat harus terus menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Ketiga hal tersebut merupakan satu-satunya cara untuk terhindar dari Covid-19. 

 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait