Jumlah Tes Harian Tembus 51 Ribu, Kasus Covid-19 RI Bertambah 13.632

Meski begitu, tingkat positif atau laju penularan virus corona di Indonesia masih cukup tinggi dengan 26,33%.
Image title
22 Januari 2021, 17:20
virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.
Petugas kesehatan mengambil sampel lendir seorang warga saat tes usap RT PCR COVID-19 massal di Kantor Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus Covid-19 pada Jumat (22/1) sebesar 13.632.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Kesehatan mencatat kasus baru Covid-19 pada Jumat (22/1) bertambah 13.632. Sehingga total orang yang terinfeksi virus corona mencapai 965.283.

Penemuan kasus tersebut berasal dari jumlah tes yang mencapai 51.764. Jumlah tes itu melesat lebih tinggi dari dua hari terakhir yang berada di kisaran 43.000.

Meski jumlah tes meningkat cukup tajam, tingkat positif yang mengindikasi laju penularan virus corona masih cukup tinggi. Pada Jumat (22/1), tingkat positif di Indonesia sebesar 26,33%.

Sedangkan dalam tujuh hari terakhir, rata-rata tingkat positif di Indonesia mencapai Jauh lebih tinggi dari standar yang ditetapkan WHO sebesar 5%.

Hal itu menunjukkan bahwa pandemi corona di Indonesia belum terkendali. Co-Lead LaporCovid-19 Irma Hidayana mengatakan Untuk bisa menurunkan jumlah kasus, pemerintah harus memiliki sense of crisis dan meningkatkan 3T yaitu tracing, testing, dan treatment.

Selain itu, pemerintah harus terbuka terhadap data terkait Covid-19 dan melaksanakan program pengendalian dan pencegahan. Salah satunya dengan pengetatan wilayah atau lockdown.

Sebab, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini belum optimal untuk menurunkan kasus. "Dengan PPKM sekarang ini, jalanan masih macet, sekolah masih ada yang tatap muka, dan mahasiswa ada yang mau KKN," ujar Irma.

Hal senada juga diungkapkan oleh Chief Strategist CISDI Yurdhina Meilissa mengatakan pemerintah memang harus berani menurunkan mobilitas orang dengan cara karantina wilayah atau lockdown. Dengan karantina wilayah, dia yakin kasus Covid-19 akan segera turun.

Dengan begitu, pemerintah bisa lebih tenang untuk meningkatkan layanan kesehatan. Di sisi lain, upaya tes dan pelacakan orang-orang yang kemungkinan terinfeksi akan lebih mudah.

"Tanpa karantina wilayah, pelacakan dan tes akan menjadi opsi pemerintah karena berisiko menyebabkan layanan kesehatan kolaps makin dalam,"ujar Yurdina dalam acara diskusi secara daring pada Jumat (22/1).


Mayoritas Kasus Berasal dari Jakarta dan Jabar

Adapun penambahan kasus Covid-19 pada hari ini mayoritas berasal dari Jakarta dengan 3.792 dan Jawa Barat sebesar 2.441. Disusul oleh Jawa Tengah dengan 1.796 dan Jawa Timur 1.056.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mencatat angka kesembuhan bertambah 8.357. Dengan begitu, total orang yang sembuh dari Covid-19 mencapai 781.147.

Mayoritas angka kesembuhan disumbang oleh Jakarta dengan 2.169 dan Jawa Barat sebesar 1.361. Hal itu sesuai dengan peningkatan kasus baru Covid-19 di dua provinsi tersebut.

Sedangkan jumlah kematian bertambah 250 orang. Mayoritas tambahan kasus berasal dari Jawa Timur dengan 71 kasus dan Jakarta sebesar 41.

Disusul oleh Jawa Tengah dengan 28 orang, Sulawesi Utara 11 orang, serta Banten dan Nusa Tenggara Timur masing-masing 10 orang. Dengan tambahan tersebut, total orang yang meninggal akibat virus corona mencapai 27.453 jiwa.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait