WHO Anjurkan Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri Gunakan Oximeter

Pulse Oximeter merupakan alat untuk mengukur kadar oksigen dalam darah berdasarkan denyut nadi.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
28 Januari 2021, 16:24
Alat Pulse Oximeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. WHO menyarankan penggunaan Pulse Oximeter bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah.
dokumentasi beurer
Alat Pulse Oximeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. WHO menyarankan penggunaan Pulse Oximeter bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperbarui pedoman bagi pasien Covid-19. Khusus untuk mereka yang isolasi mandiri di rumah, WHO menyarankan penggunaan pulse oximeter. 

Pulse  oximeter merupakan alat untuk mengukur kadar oksigen dalam darah melalui denyut nadi. Dalam kondisi normal, kadar oksigen dalam darah berada di atas 90. Jika kadar oksigen seseorang di bawah angka tersebut, disarankan untuk memeriksakan diri segera ke fasilitas kesehatan. 

Selain panduan baru tersebut, pasien Covid-19 harus tetap melaksanakan protokol isolasi mandiri yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satunya yaitu selalu memakai masker dan membuangnya di tempat yang ditentukan.

Jika sakit dengan gejala demam, flu dan batuk, tetaplah berada di rumah. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar, atau ke ruang publik untuk mencegah penularan di masyarakat.

Untuk mendapatkan pengobatan, pasien dapat manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien Covid-19.

Selama isolasi mandiri, pasien tetap bisa bekerja di rumah. Meski begitu, pasien harus menggunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan selalu menjaga jarak satu meter dari anggota keluarga.

Selain itu, hindari pemakaian bersama peralatan makan, mandi, dan tempat tidur. Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan laksanakan etika batuk dan bersin.

Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan. Selain itu, pasien dianjurkan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi ±15-30 menit.

Pasien juga harus menentukan  pengecekan suhu harian, amati batuk, dan sesak nafas. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak nafas dan demam tinggi. Sehingga bisa mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Panduan WHO untuk Pasien Rawat Inap 

Untuk pasien rawat inap, WHO menyarankan penggunaan antikoagulan dosis rendah untuk mencegah pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah (trombosis).

Untuk pasien rawat inap yang menggunakan oksigen tambahan (termasuk oksigen hidung aliran tinggi) atau ventilasi non-invasif, WHO menyarankan untuk memposisikan pasien dengan posisi tengkurap untuk meningkatkan aliran oksigen.

Pedoman tersebut juga mencakup rekomendasi berkas perawatan untuk penyediaan perawatan bagi pasien Covid-19, serta merekomendasi penilaian klinis dalam membuat keputusan untuk pasien.

Adapun rekomendasi tersebut dibuat oleh panel ahli independen, Guideline Development Group, berdasarkan tinjauan cepat terperinci atas semua bukti yang tersedia. Pedoman tersebut merupakan dokumen yang dapat diperbarui secara berkala saat data tersedia lebih banyak.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait