WHO: Vaksin Bisa Diubah Cepat untuk Atasi Varian Baru Covid-19

Sejumlah produsen vaksin virus corona tengah mengembangkan penguat vaksin untuk mengatasi varian baru Covid-19.
Image title
28 Januari 2021, 15:02
who, vaksin virus corona, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, internasional, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac di Rumah Sakit (RS) Umum Pusri Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/1/2021). WHO yakin vaksin virus corona dapat beradaptasi dengan cepat untuk melawan varian baru Covid-19.

Organsisasi Kesehatan Dunia atau WHO yakin vaksin virus corona yang ada saat ini dapat mengatasi varian baru Covid-19. Sebab, vaksin dapat dibuat sesuai dengan perkembangan mutasi virus.

kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan mencontohkan vaksin flu yang selalu diubah setiap dua kali setahun. Perubahan itu dilakukan agar vaksin efektif mencegah influenza di masyarakat.

“Kami mengubah komposisi vaksin flu dua kali setahun, untuk belahan bumi utara dan selatan, dan kami dapat mengeluarkan vaksin dengan sangat cepat untuk memerangi jenis flu yang dominan,"kata Ryan dikutip dari Reuters pada Kamis (28/1).

Oleh karena itu, dia tidak khawatir dengan munculnya varian virus Covid-19. Sebab, vaksin bisa dibuat mengikuti perkembangan mutasi vius.

Advertisement

"Jika virus ini berevolusi ke titik di mana vaksin mulai kehilangan keefektifannya, kami dapat menyesuaikan vaksin tersebut, dan saya yakin kami dapat melakukannya dengan cepat," kata dia.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan farmasi tengah mengembangkan booster atau penguat vaksin untuk melawan varian baru Covid-19. Seperti Pfizer Inc bersama BioNTech Se, AstraZeneca dan Universitas Oxford, serta Moderna.

Pihak Pfizer menyatakan bahwa pengembangan booster itu merupakan langkah antisipasi terhadap munculnya berbagai varian baru virus corona. "Kami sudah meletakkan dasar untuk merespon dengan cepat jika vaksin kami kurang membentuk kekebalan dalam menangkal varian SARS-CoV-2," kata Pfizer dalam email kepada Reuters pada Rabu (27/1).

Sedangkan Kepala Eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan bahwa pihaknya tengah mengerjakan vaksin untuk melawan varian baru virus corona. Terutama terhadap varian baru virus corona dari Afrika Selatan.

"Kami bersama Universitas Oxford mengembangkan vaksin untuk varian tersebut," kata Soriot kepada harian Italia La Repubblica pada Selasa (26/1).

Di sisi lain, Moderna Inc akan mulai uji coba booster vaksin untuk varian virus corona dari Afrika Selatan. Uji coba itu dilaksanakan sebagai upaya memperkuat respon antibodi terhadap mutasi virus tersebut.
Pasalnya, vaksin buatan Moderna membentuk antibodi yang lebih rendah terhadap virus corona dari Afrika Selatan dalam uji coba sebelumnya. Meskipun, vaksin dari perusahaan Amerika Serikat itu tetap efektif mencegah varian baru dari mutasi virus dari Inggris.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait