Kasus Covid-19 Tambah 12.001 Orang, Rekor Tingkat Positif di RI 36,19%

Positive rate Covid-19 di Indonesia memecahkan rekor pada pada Minggu (31/1), yaitu sebesar 36,19%. Ini menunjukkan laju penularan virus corona sangat tinggi dan tak terkendali.
Image title
31 Januari 2021, 17:30
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, jawa barat, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di Bukit Duri, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Positive Rate di Indonesia mencapai rekor tertinggi dengan 36,19% yang menunjukkan laju penularan virus corona sangat tinggi dan tak terkendali.

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Indonesia terus meningkat. Pada Minggu (31/1), jumlahnya bertambah 12.001 orang.

Tambahan kasus tersebut berasal dari 33.162 orang yang dites Covid-19 pada hari yang sama. Dengan begitu, positive rate Indonesia mencapai 36,19%. Angka itu merupakan rekor tertinggi sejak pandemi dan mencapai tujuh kali lipat dari standard WHO sebesar 5%. 

Hal itu berarti laju penularan virus corona di Tanah Air sudah sangat tinggi dan tak terkendali. Dampaknya, jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal karena Covid-19 akan semakin banyak.

Oleh karena itu, pemerintah harus segara menurunkan laju penularan virus corona. Ahli Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyebut pemerintah harus bisa melacak orang yang telah tertular virus corona dengan meningkatkan jumlah tes.

Jika setiap harinya ada 10.000 kasus baru, maka jumlah tes harus mencapai 300.000 per hari. Itu sesuai dengan perhitungan WHO yang mensyaratkan 1 kasus dilacak 30 kontak erat dan kemudian dites.

Dengan cara tersebut, orang yang terinfeksi Covid-19 bisa segera mendapatkan perawatan atau isolasi mandiri. Sehingga pandemi corona di Tanah Air bisa terkendali.

Namun jika banyak orang yang terinfeksi tidak terdeteksi, kasus Covid-19 akan terus meningkat. "Itu yang menyebabkan Indonesia mengalami silent outbreak," ujar Dicky kepada Katadata.co.id pada Rabu (27/1).

Di sisi lain, masyarakat bisa membantu pemerintah menurunkan laju penularan virus corona dengan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Kasus di Jabar Turun, Jakarta Kembali Memimpin

Di sisi lain, penambahan kasus baru pada Minggu (31/1) disumbang oleh Jakarta dengan 3.474, dan disusul oleh Jawa Barat dengan 2.848. Jumlah kasus di Jawa Barat pada hari ini turun cukup signifikan dari hari sebelumnya yang mencapai 4.601.

Sedangkan kasus baru di Jakarta masih di level yang sama dengan hari sebelumnya yang mencapai 3.491. Dengan begitu, Jakarta kembali menjadi provinsi dengan penyumbang kasus harian terbanyak secara nasional.

Meski  begitu, Jakarta juga menyumbang kasus kesembuhan tertinggi dengan 3.355. Disusul oleh Jawa barat dengan 2.460. Kasus kesembuhan di dua provinsi tersebut memang jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya karena penambahan kasus per harinya pun selalu lebih besar.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mencatat tambahan angka kematian sebesar 270. Angka tersebut berasal dari enam provinsi, yaitu Jawa Barat (62), Jawa Timur (51), dan Jakarta (42).

Disusul oleh Jawa Tengah (25), Yogyakarta (14), dan Banten (10). Adapun total orang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia sejak awal pandemi mencapai 29.998 orang.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait