Sejumlah Daerah Tambah Kapasitas Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19

Jumlah orang yang membutuhkan perawatan alias kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 175.236. Sedangkan kapasitas rumah sakit hanya setengah dari angka tersebut.
Image title
3 Februari 2021, 20:12
rumah sakit, jakarta, jabodetabek, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Petugas merapikan tempat tidur untuk ruang perawatan pasien COVID-19 di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) tipe D Teluk Pucung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). Sejumlah pemerintah daerah menambah kapasitas ruang rawat untuk pasien Covid-19.

Kasus aktif Covid-19 Indonesia menjadi yang terbanyak di Asia dengan 175.236 orang per Rabu (3/2). Jika diibaratkan, jumlah kasus aktif mencapai dua kali lipat kapasitas penonton di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Banyaknya kasus aktif menunjukkan jumlah orang yang tengah membutuhkan perawatan akibat infeksi virus corona. Sedangkan kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 secara nasional hanya berkisar 81 ribu tempat tidur, kurang dari separuh dari jumlah orang yang sakit.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah pemerintah daerah berupaya menambah jumlah tempat tidur. Seperti DKI Jakarta yang menambah tempat tidur isolasi dan tempat tidur unit perawatan intensif (intensive care unit/ICU) untuk penanganan Covid-19 di 101 rumah sakit (RS) rujukan. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut peningkatan tempat tidur di 101 RS rujukan menambah ketersediaan tempat tidur isolasi menjadi 8.074 unit dari sebelumnya 6.663 unit. Sedangkan ruang ICU menjadi 1.121 unit dari sebelumnya 907 unit.

Adapun keterpakaian tempat tidur untuk ruang isolasi mencapai 79% atau 6.364. Sedangkan ruang ICU yang terpakai sebesar 80% atau sebanyak 893.

"Sebanyak 20% merupakan warga nonJakarta," kata Riza seperti dilansir dari Antara pada Rabu (3/2). 

Selain Jakarta, Kota Bekasi juga menambah kapasitas ruang perawatan bagi pasien Covid-19. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi baru saja meresmikan RSUD tipe D di Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.

Effendi menyebut pembukaan rumah sakit tersebut merupakan langkah penting untuk menanganai pandemi Covid-19. Apalagi rumah sakit tersebut dapat menampung 100 tempat tidur. 

Rencananya RSUD tipe D itu akan difungsikan sebagai tempat isolasi dan perawatan bagi pasien Covid-19. Sejauh ini ada empat RSUD tipe D yang dibangun Pemerintah Kota Bekasi yakni RSUD tipe D Bantargebang dan RSUD tipe D Pondokgede, RSUD tipe D Jatisampurna, serta RSUD tipe D Teluk Pucung Bekasi Utara.

Pembangunan empat RSUD itu untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. "Cukup datang ke RSUD tipe D yang lokasinya dekat dengan rumah dan sengaja kita pilih agar dapat terjangkau untuk warga di wilayah kecamatan lainnya karena RSUD tipe D ini sudah cukup memadai fasilitasnya," kata Rahmat.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan tenda darurat untuk menangani pasien Covid-19 jika rumah sakit rujukan penuh. Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi di Bandarlampung mengatakan pemerintah menyiapkan 10 tenda darurat yang masing-masing bisa menampung 10 orang.

Sehingga dalam keadaan darurat, tenda-tenda itu bisa digunakan untuk merawat 100 pasien terinfeksi virus corona. "Tenda nantinya akan digunakan serta dipasang sesuai arahan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, bila benar sudah tidak ditemukan alternatif lain," kata Aswarodi.

Ia menambahkan, tenda-tenda darurat tersebut saat ini disimpan di Gudang Dinas Sosial Provinsi Lampung. Dia pun berharap tenda-tenda tersebut tidak digunakan dalam keadaan darurat. 

Sebelumnya, Kota Bogor telah membangun Rumah Sakit Lapangan (RSL). Berdasarkan data, rumah sakit tersebu telah merawat 26 pasien positif Covid-19 atau 40,62% dari 64 tempat tidur tersedia pada Selasa (2/2).

Juru Bicara RSL dr Armein Sjuhari Rowi MKes mengatakan dari 26 pasien positif Covid-19 tersebut, 25 pasien dengan gejala ringan serta satu pasien dengan gejala sedang.

Menurut Armen, sejak RSL diresmikan dan beroperasi pada Senin (18/1), hingga 2 Februari 2021 sudah merawat sebanyak 69 pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan. Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 43 pasien sudah keluar, baik telah dinyatakan sembuh maupun dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk penanganan lebih intensif.

Secara detail,  44 pasien yang keluar dari RSL  terdiri dari 31 pasien telah dinyatakan sembuh, sembilan pasien dirujuk ke RSUD Kota Bogor, serta tiga pasien keluar atas permintaan sendiri (APS).

"Saat ini tidak ada lagi pasien APS. Pasien APS itu pada pekan lalu," katanya.

RSL Kota Bogor menyediakan 64 tempat tidur isolasi bertekanan negatif untuk perawatan pasien positif Covid-19. Tempat tidur tersebut masing-masing berada di tempat perawatan pasien laki-laki di lantai tiga sebanyak 28 tempat tidur, dan perawatan pasien perempuan di lantai dua sebanyak 28 tempat tidur, serta di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di lantai satu sebantak delapan tempat tidur.

Menurut Armein, RSL Kota Bogor menerima pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan yang dirujuk dari fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bogor. Pasien tersebut telah terkonfirmasi positif melalui tes swab PCR.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait