Inggris Uji Coba Pemberian Vaksin Kombinasi Pfizer-AstraZeneca

Uji coba tersebut bertujuan untuk mengetahui respon imun tubuh jika diberikan kombinasi vaksin virus corona dari Pfizer dan AstraZeneca.
Image title
4 Februari 2021, 12:24
vaksin virus corona, pfizer, astrazeneca, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, inggris, internasional
123rf.com
Ilustrasi, peneliti di laboratorium. Peneliti di Inggris menggabungkan vaksin virus corona Pfizer dan AstraZeneca untuk mengetahui pembentukan sistem kekebalan tubuh melawan Covid-19.

Para peneliti di Inggris mulai menguji coba kombinasi vaksin virus corona buatan Pfizer Inc dan AstraZeneca Plc. Uji coba itu untuk menilai pembentukan kekebalan tubuh yang bisa dihasilkan dari penggabungan vaksin Covid-19 dalam dua suntikan. 

Perekrutan untuk studi tersebut dimulai pada Kamis (4/2) dengan target lebih dari 800 peserta. Jumlah tersebut jauh lebih kecil daripada uji klinis untuk menentukan efektivitas vaksin.

Hal itu karena percobaan tidak dilakukan untuk menilai kemanjuran keseluruhan dari kombinasi suntikan vaksin. Peneliti hanya mengukur respon antibodi dan sel-T, serta memantau setiap efek samping yang tidak terduga dari penggabungan vaksin.

Ahli vaksinasi Oxford Matthew Snape, yang memimpin uji coba, mengatakan hasil awal uji coba dapat memberikan informasi terkait penerapan vaksinasi Covid-19 pada paruh kedua tahun ini. "Kami akan mendapatkan beberapa hasil, kami perkirakan sekitar Juni, akan ada informasi mengenai penggunaan dosis booster/penguat pada masyarakat," kata Snape dikutip dari Reuters pada Kamis (4/2).

Dalam percobaan tersebut, peneliti mencari orang yang berusia di atas 50 tahun, yang mungkin berisiko lebih tinggi daripada orang yang lebih muda, dan belum divaksinasi. Dengan begitu, uji coba dapat memeriksa respons imun dari dosis awal vaksin Pfizer yang diikuti oleh booster AstraZeneca, begitu pula sebaliknya, dengan interval 4 dan 12 minggu.

Dengan begitu, peneliti memiliki data untuk membantu memahami apakah suntikan dapat diberikan dengan lebih fleksibel di seluruh dunia. Peneliti berharap ke depannya ada lebih banyak vaksin yang ditambahkan ke uji coba ketika disetujui dan diluncurkan ke masyarakat.

Sejauh ini, peneliti Inggris juga menguji coba vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dengan vaksin Sputnik V Rusia. Adapun masyarakat Inggris saat ini menggunakan vaksin Pfizer dan BioNTech yang berbasis mRNA dan vaksin AstraZeenca-Oxford yang berbasis vektor virus adenovirus.

 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait