Kemenkes Targetkan Vaksinasi 1 Juta Dosis per Hari Mulai April

Target suntikan 1 juta dosis vaksin virus corona per hari bisa tercapai jika pasokan vaksin datang sesuai target pemerintah.
Image title
11 Februari 2021, 20:09
vaksin virus corona, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M, kementerian kesehatan
ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Petugas menyiapkan vaksin COVID-19 sebelum disuntikkan kepada petugas PMI di Kantor PMI Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/2/2021). Kemeterian Kesehatan hingga Kamis (11/2) telah memberikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama kepada 1.017.186 orang, sementara untuk vaksinasi tahap kedua sudah diberikan kepada 345.605 orang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya meningkatkan kecepatan penyuntikan vaksin virus corona. Sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity bisa tercapai pada Maret 2022.

Untuk mencapai kekebalan kelompok, dibutuhkan vaksinasi kepada 70% penduduk Indonesia atau 181,5 juta jiwa orang. Untuk mencapai target tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah akan mendorong penyuntikan vaksin hingga 1 juta dosis per hari, yang kemungkinan dimulai pada April 2021. 

Adapun jumlah orang yang telah divaksinasi suntikan pertama sejak 13 Januari-11 Februari 2021 mencapai 1.017.186. Angka tersebut naik 47.640 dari hari sebelumnya.

Sedangkan jumlah orang yang telah mendapatkan suntikan kedua mencapai 345.605. Jumlah tersebut naik 66.354 dari hari sebelumnya. 

Di sisi lain, KawalCovid19 menyebut rata-rata jumlah orang yang mendapatkan suntikan pertama dalam sepekan terakhir mencapai 45.274 per hari. Sedangkan untuk dosis kedua sebanyak 35.579 per hari. Jumlah tersebut masih jauh dari target 1 juta dosis vaksin per hari. 

 

Tergantung pada Pasokan Vaksin Covid-19

Nadia menyebut kemampuan penyuntikan 1 juta dosis vaksin per hari kemungkinan akan tergantung pada pasokan vaksin yang datang ke Indonesia. "Kami belum tahu apakah nanti jadwal (pasokan vaksin) yang sudah disepakati akan mundur atau tidak," ujar Nadia kepada Katadata.co.id  pada Rabu (10/2). 

Di sisi lain, Bio Farma terus mempercepat produksi vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac. Juru Bicara Bio Farma untuk Vaksinasi Covid-19, Bambang Heriyanto, mengatakan pihaknya akan memulaiproduksi bahan baku/bulk sebanyak 25 dosis.

Proses produksi tersebut bakal berlangsung  sejak 14 Februari 2021 sampai dengan 20 Maret 2021 dari 1 fasilitas produksi yang sudah."Kami siap support supply vaksin untuk program pemerintah dengan target vaksinasi sebesar 1 juta per hari," kata Bambang ke Katadata.co.id pada Kamis (11/2).

Selain produksi bahan baku tersebut,  Bio Farma juga sudah menerima vaksin jadi sebanyak 3 juta dosis pada Desember-Januari 2021, serta 1 juta vaksin setengah jadi pada bulan ini.

Bambang menyebut pihaknya akan mendapatkan tambahan pasokan dalam beberapa bulan ke depan. "Sebanyak 10 juta dosis, mudah-mudahan (datang) akhir April 2021," ujar dia. 

Secara keseluruhan, Sinovac akan mengirimkan 140 juta dosis bahan baku vaksin hingga Juli 2021. Jumlah tersebut termasuk ke dalam komitmen dan opsi yang didapat pemerintah sebesar 663 juta dosis. Sisanya akan dikirim AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer.

Selain pasokan, masalah distribusi juga menjadi tantangan dalam program vaksinasi. Untuk mengatasinya, Bio Farma akan berkoordinasi dengan Kemenkes.

Bio Farma memang hanya bertugas mendistribusikan vaksin sampai tingkat provinsi. Sedangkan pendistribusian vaksin dari tingkat provinsi ke kabupaten/kota dan puskesmas dilakukan oleh Kemkes.

"Untuk percepatan proses distribusi, kami akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kemkes sebagai leading sector dari program vaksinasi tersebut, karena terkait dengan kesiapan daerah dalam menerima dan menyimpan vaksin," ujar Bambang. 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait