Cara Tepat Buang Masker Medis untuk Hindari Kerusakan Lingkungan

Image title
16 Februari 2021, 17:18
masker kesehatan, limbah, medis, sampah, satgas covid-19, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3m, protokol kesehatan
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
Anggota satgas naturalisasi Ciliwung Kota Bogor mengumpulkan sampah masker medis bekas pakai, di bantaran sungai Ciliwung, Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). Masyarakat bisa mengelola sampah masker unntuk mengurangi limbah medis yang dapat merusak lingkungan.

Pandemi corona memaksa banyak orang untuk menggunakan masker kesehatan sekali pakai. Jika tidak dibuang dengan benar, masker bekas pakai tersebut bisa menjadi sampah yang merusak lingkungan dan berpotensi menyebarkan Covid-19.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penumpukan limbah medis dan mencegah daur ulang masker bekas pakai.

Langkah pertama yaitu semportkan disinfektan atau cuci masker sebelum dibuang. Setelah itu, potong masker dengan gunting.

Kemudian, masukkan masker ke dalam amplop khusus atau plastik untuk dibuang. Masyarkat juga bisa menghubungi puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk membuang sampah masker.

"Mereka biasanya mau menampung masker bekas pakai untuk dikelola limbahnya dengan benar," ujar Vivien dalam Webinar bertajuk "Pekan Peduli Limbah Masker Masyarakat 2021" yang ditayangkan Youtube PERMIAS Nasional pada Selasa (16/2).

Selain tiga langkah di atas, dr. Denita Biyada Utami dari Columbia University New York juga memberikan tip dalam mengelola limbah masker. Pertama, gunakan masker kain jika berada di wilayah yang tidak berisiko tinggi Covid-19.

Jika mengunakan masker medis, buang pada tempat sampah yang diberi label atau warna khusus. Selain itu, selalu bawa plastik kecil ketika berpergian untuk menyimpan masker sekali pakai hingga menemukan tempat sampah.

"Banyak sampah masker di pantai atau hutan karena orang yang bepergian tidak membawa plastik atua zipper lock bag untuk menyimpan masker yang telah dipakai," ujar Denita.

Kelola Limbah Masker Demi Rawat Ekosistem Laut dan Sungai

Di sisi lain, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan masyarakat agar mengelola limbah masker agar ekosistem laut dan sungai tidak rusak seperti Teluk Jakarta. Dalam penelitiannya, LIPI menemukan banyak limbah medis di wilayah tersebut.

Padahal Teluk Jakarta merupakan salah satu kawasan program budi daya dan pangan. "Apa jadinya jika Teluk Jakarta yang sudah cukup tercemar ditambah limbah medis. Ini yang tidak kita harapkan," ujar Doni.

Jika kondisi tersebut dibiarkan, kata Doni, hidup terumbu karang dan biota laut akan rusak dan tercemar. Alhasil, ikan-ikan kecil dan plakton yang telah tercemar dimakan oleh ikan besar dan ikan tersebut ditangkap untuk dikonsumsi manusia. Padahal masyarakat pasti menginginkan ikan yang dikonsumsi dari laut tetap sehat.

Selain laut, sampah-sampah medis juga ditemukan di sungai-sungai. Oleh karena itu, Doni mengatakan masyaraakat secara komunitas harus mampu mengelola limbah medis.

Advertisement

"Betapa berbahayanya apabila kita tidak mampu mengelola limbah medis ini terutama limbah masker yang dihasilkan dari rumah tangga," ujar dia.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait