Ini Alasan Kemenkes Tidak Publikasikan Data Tes Covid-19

Jika data tes tidak ada, tingkat tes positif Covid-19 di Indonesia tidak dapat dihitung
Image title
18 Februari 2021, 15:45
kementerian kesehatan, tes covid-19, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Indrayadi TH/hp.
Petugas memeriksa beberapa sampel, di laboratorium RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (28/1/2021). Kementerian Kesehatan sedang memproses pengkinian aplikasi sehingga data tes tidak bisa diumumkan kepada masyarakat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pertama kalinya tidak mengumumkan jumlah spesimen dan orang yang dites Covid-19 pada Rabu (17/2). Hal itu pun menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. 

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Anas Maruf, menjelaskan bahwa data tes tidak bisa diumumkan karena pihaknya masih memproses pengkinian aplikasi allrecord TC19. Aplikasi tersebut digunakan untuk memasukkan data hasil tes.

Adapun proses pemuktahiran aplikasi berlangsung sejak 15 Februari 2021 hingga saat ini. Dengan kondisi tersebut, pengguna aplikasi baik fasilitas kesehatan, laboratorium, dan dinas kesehatan, mengalami hambatan dalam mengakses aplikasi allrecord TC19.

Akibatnya, data kasus konfirmasi, kasus sembuh, dan kasus meninggal dilaporkan secara berjenjang secara manual. Sedangkan data Jumlah spesimen dan orang yang diperiksa dan jumlah hasil negatif pemeriksaan RT-PCR yang biasanya diambil dari allrecord-TC19 tidak bisa diakses. 

"Sehingga tidak bisa dihitung positivity rate,” kata Anas dalam keterangan tertulis pada Kamis (18/2)

Kementerian Kesehatan pun tidak mengeluarkan angka positivity rate harian pada 17 Februari 2021. Di sisi lain, Anas berharap proses pengkinian aplikasi segera rampung sehingga bisa digunakan kembali.

 

 

Kemenkes Tingkatkan Tes Covid-19 di Kupang

Kasus positif Covid-19 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan melalui BBTKLPP Surabaya mengirimkan mobil laboratorium PCR.

Mobil Lab PCR tersebut dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan tiba di Kupang pada Senin (15/2). Mobil laboratorium PCR bantuan Kemenkes itu pun tiba RSJ Naimata Kota Kupang NTT pada Rabu (17/3).

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Dr.dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS., mengikuti acara peluncuran mobil tersebut secara virtual. Ia mengatakan mobil Lab PCR itu dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih dan dapat ditempatkan di daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Mobil Lab PCR itu mampu menguji 200 spesimen Covid-19 setiap hari. Selain itu, mobil itu memiliki empat ruang dan mesin real time PCR. 

“Diharapkan mobil ini menjadi jawaban untuk mengatasi Covid-19 di NTT," ujar Maxi.

Mobil Lab PCR itu sebenarnya diperuntukkan sebagai Laboratorium Bergerak Surveilans Penyakit Menular. Oleh karena itu, mobil tersebut mampu memeriksa TBC dan penyakit menular lain.

Mobil Lab PCR ini terdiri dari tiga ruangan terpisah dan merupakan Laboratorium Biosafety Level II. Terdapat mesin RT-PCR, PCR GeneXpert (TCM), mesin ekstraksi otomatis, Biosafety Cabinet Level II (BSL II), autoclave, laminar air flow, freezer, dan alat pengubah air dari udara untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Keberadaan Mobil Lab PCR dapat membantu pemerintah NTT dalam mengidentifikasi kondisi pasien yang terpapar Covid-19. Sehingga memudahkan tim medis melakukan penanganan terhadap pasien yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait