Pfizer-BioNTech Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil

Ibu hamil berisiko tinggi terinfeksi virus corona dengan gejala berat hingga menyebabkan kelahiran prematur.
Image title
19 Februari 2021, 14:14
vaksin virus corona, pfizer, ibu hamil, covid-19, virus coroma, pandemi corona, pademi, internasional, gerakan 3m
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Ilustrasi, vaksin virus corona. Pfizer menguji coba vaksin Covid-19 yang dikembangkannya kepada ibu hamil.

Pfizer Inc dan BioNTech SE memulai uji coba keamanan dan efektivitas vaksin virus corona pada wanita hamil yang sehat. Uji coba tersebut melibatkan 4.000 sukarelawan dan diproyeksi seelsai pada kuartal keempat 2021

Menurut Wakil Presiden Senior Penelitian dan pengembangan klinis vaksin untuk Pfizer, William Gruber, uji coba dilaksanakan untuk memastikan keselamatan vaksinasi pada wanita hamil. Berdasarkan data yang ada, wanita hamil dengan Covid-19 memiliki tingkat keparahan penyakit yang lebih tinggi.

Mereka juga memiliki tingkat komplikasi kehamilan yang lebih tinggi seperti kelahiran prematur, dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak terinfeksi virus corona. Oleh karena itu, banyak pejabat kesehatan masyarakat yang merekomendasikan vaksinasi pada wanita hamil.

Meskipun, tanpa bukti bahwa vaksin Covid-19 aman untuk mereka. Regulator kesehatan Amerika Serikat (AS) menginginkan uji coba terkait hal tersebut. Keinginan itu pun disambut oleh Pfizer.  

"Kami tertarik untuk melakukan ini sejak awal, sehingga orang-orang dapat mengetahui sepenuhnya tentang profil keselamatan," kata Gruber dikutip dari Reuters pada Jumat (19/2).

Sebelumnya, regulator kesehatan di AS telah menyerukan pentingnya uji coba pada wanita hamil. Sehingga wanita hamil tidak perlu menunggu lama setelah pengembangan vaksin berhasil. 

Namun, wanita hamil dikeluarkan dari uji coba besar Pfizer di AS. Itu karena peursahaan inigin mendapatkan otorisasi penggunaan darurat vaksin Covid-19. 

Meski begitu, regulator AS mewajibkan perusahaan frmasi melaksanakan uji coba vaksin pada hewan yang hamil sebelum diuji pada wanita yang tenngah menagndung. Hal itu untuk memastikan vaksin tidak membahayakan janin atau menyebabkan keguguran.

Pfizer pun menyatakan uji coba tidak akan menimbulkan risiko baru. Justru ui coba tersebut akan menilai apakah wanita hamil yang divaksinasi mentransfer antibodi pelindung ke bayi mereka.

Sejauh ini, perusahaan tersebut telah menyuntikkan dosis pertama pada wanita hamil di AS.  Secara keseluruhan, uji coba akan menyasar wanita hamil berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Brasil, Chili, Mozambik, Afrika Selatan, Inggris, dan Spanyol.

Wanita hamil akan menerima vaksin selama minggu ke 24-34 kehamilan. Suntikan vaksin akan diberikan sebanyak dua dosis dengan jarak 21 hari. Hal itu sama seperti yang diberikan pada masyarakat umum. 

Tak lama setelah melahirkan, peserta yang mendapat plasebo dalam uji coba akan diberi kesempatan untuk mendapatkan vaksin yang sebenarnya dan tetap menjadi bagian dari penelitian.



News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait