Studi di Israel, Vaksin Pfizer 'Ampuh' Cegah Covid-19

Studi di Israel menunjukkan vaksin virus corona efektif mencegah rawat inap dan kematian akibt Covid-19.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
22 Februari 2021, 13:24
covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, internasional, israel, gerakan 3M
ANTARA FOTO/REUTERS/Amir Cohen/Pool/hp/cf
Amir Cohen/Pool. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap untuk menerima suntikan vaksin penyakit virus corona (COVID-19) di Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel, Sabtu (19/12/2020). Vaksin Pfizer efektif cegah penyakit akibat Covid-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Kesehatan Israel menyatakan vaksin virus corona mampu menurunkan risiko penyakit akibat Covid-19 hingga 95,8%. Vaksin itu juga efektif mencegah demam atau masalah pernapasan hingga 98%.

Bahkan, Kementerian Kesehatan Israel menyatakan vaksin mampu mencegah rawat inap dan kematian sebesar 98,9%. Studi tersebut berdasarkan hasil vaksinasi pada orang-orang yang telah menerima dua dosis vaksin Pfizer.

Menurut situs Kementerian Kesehatan Israel, sekitar 1,7 juta orang telah diberikan suntikan kedua pada 30 Januari 2021. Sehingga mereka memenuhi syarat untuk dilibatkan.

Ambisisi Israel dalam upaya vaksinasi menjadikan negara tersebut sebagai pusat studi terbesar vaksinasi Covid-19 di dunia. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Sabtu (20/2) bahwa dia mengharapkan 95% orang Israel berusia 50 ke atas akan divaksinasi dalam dua minggu ke depan.

Laporan sebelumnya dari penyedia layanan kesehatan individu juga menunjukkan hasil positif. Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Israel menghapus pembatasan kegiatan masyarakat.

Sekolah, pertokoan, hingga mal akan diizinkan beroperasi mulai Minggu (21/2). Toko terbuka untuk semua orang, namun pusat kebugaran, hotel, dan teater terbatas pada orang-orang yang memiliki Green Pass.  

Kementerian Kesehatan meluncurkan aplikasi Green Pass, yang ditautkan ke file medis pribadi, sebagai bukti orang telah mendapatkan dua dosis vaksin atau telah kebal setelah terinfeksi Covid-19. Orang yang memiliki Green Pass  bisa tinggal di hotel atau menghadiri acara budaya atau olahraga.

Pemegang tiket dapat membuktikan statusnya dengan menunjukkan sertifikat vaksinasi atau mengunduh aplikasi Kementerian Kesehatan. “Kami merupakan negara pertama di dunia yang bangkit kembali berkat jutaan vaksin yang kami bawa,” ujar Netanyahu dilansir dari Reuters pada Senin (22/2).

Meski ada pelonggaraan karantina wilayah, pemakaian topeng dan jarak sosial masih berlaku. Selain itu, ibadah di sinagog, masjid, dan gereja hanya separuh dari kapasitas, dan berdansa di ruang perjamuan masih dilarang.

Sedangkan anak-anak sekolah dasar boleh kembali ke kelas di kota-kota dengan tingkat penularan terkendali. Namun, murid sekolah menengah masih belajar di rumah.

Hal itu mendorong beberapa siswa protes dengan duduk di mal. Itu lantaran saya sudah setahun tidak bersekolah. "Bagaimana membuka mal untuk orang banyak, sedangkan kami tidak dapat menghadiri kelas bahkan jika mereka dibatasi oleh 15 hingga 20 siswa dan memiliki tindakan pencegahan lainnya?”

Israel telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin Pfizer Inc kepada lebih dari 46% dari 9 juta populasinya. Kementerian Kesehatan Israel telah mencatat lebih dari 740.000 kasus dan 5.500 kematian akibat Covid-19, menuai kritik terhadap kebijakan karantina wilayah Netanyahu yang terkadang tambal sulam.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait