Penjadwalan Vaksin Lansia Belum Optimal, Satgas Perbaiki Sistem Data

Satgas Penanganan Covid-19 juga berencana memperluas cakupan lokasi agar lansia mudah mengakses tempat pelayanan vaksinasi.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
25 Februari 2021, 21:14
vaksin virus corona, satgas covid-19, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan berusia lanjut saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Rumah Sakit Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut untuk lansia.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi lansia belum optimal. Terutama dalam sistem penjadwalan penerima penerima vaksin kelompok lansia. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan fasilitas kesehatan akan terus memperbaiki sistem antrean pemberian vaksin. Sehingga lansia lebih mudah mendapatkan informasi pemberian vaksinasi. 

"Sehingga kejadian di RSUD Kembangan bisa dihindari ke depannya," kata Wiku dalam konferensi pers pada Kamis (25/2).

Selain itu, pemerintah akan memperluas cakupan lokasi pelaksanaan vaksinasi. Dengan begitu masyarakat, terutaama lansia, yang tinggal jauh dari ibu kota provinsi bisa memperoleh vaksin di lokasi yang lebih terjangkau. 

Seperti diketahui, antrean panjang terlihat pada proses pendaftaran vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Kembangan Jakarta Barat pada Minggu (21/2). Padahal pemerintah telah menyediakan tautan pendaftaran secara daring untuk menghindari hal tersebut.

Pelaksana tugas Direktur RSUD Kembangan Herni Lestyaningsih menilai kejadian itu disebabkan kurangnya pemahaman lansia terhadap teknologi. Sehingga mereka memilih mendaftar langsung ke fasilitas kesehatan dengan membawa KTP DKI Jakarta.

Padahal, hanya beberapa rumah sakit saja yang menyediakan layanan tersebut pada 20-21 Februari 2021. "Akibatnya terjadi antrean mengular kurang lebih dari 500 ;ansia," kata Herni seperti dilansir dari Antara pada Senin (22.2).

Di sisi lain, dia menilai antrean yang panjang menunjukkan antusiasme para lansia untuk mendapatkan vaksin virus corona. Oleh karena itu, pihak RSUD Kembangan pun tetap melayani pendaftaran secara manual.

Meski begitu, dia mengimbau keluarga para lansia bisa membantu pendaftaran melalui daring. “Kalau ada keluarganya yang bisa daftarkan, lebih baik didaftarkan. Kami harap layanannya bisa jadi lebih baik, aman dan bisa menjaga protokol kesehatan," ujar Herni.

 

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait