Menkes Tegaskan Vaksin Gotong Royong Harus Gratis

Jenis vaksin virus corona yang digunakan untuk vaksinasi gotong royong harus berbeda dengan yang digunakan pemerintah.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
28 Februari 2021, 14:27
vaksin virus corona, covid-19, virus corona, kementerian kesehatan, budi gunadi sadikin, bgs, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021). Budi berharap program vaksinasi dapat selesai dalam 12 bulan.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan vaksin Covid-19 gotong royong akan diberikan gratis oleh perusahaan untuk karyawan dan keluarganya. Pelaksanaan vaksinasi itu pun menjadi tanggung jawab perusahaan.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19. "Vaksin gotong royong sumbernya itu perusahaan, mereka yang mencarikan vaksin, dan harus gratis untuk seluruh karyawan dan keluarganya," kata Budi dalam jumpa pers daring, Minggu (28/2).

Selain itu, pemerintah menetapkan jenis vaksin untuk vaksinasi gotong royong harus berbeda dengan jenis vaksin yang digunakan pemerintah. Hal itu untuk menjamin pasokan vaksin yang dilaksanakan pemerintah.

Sebelumnya, Menkes menetapkan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavac. "Pastikan suplai tambahan dari sumber-sumber produsen vaksin di seluruh dunia di luar empat yang pemerintah sudah dapat," kata Budi. 

Kemudian, jenis vaksin Covid-19 yang digunakan dalam vaksinasi gotong royong harus mendapat persetujuan penggunaan pada izin penggunaan darurat (emergency use authorization), atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesuai peraturan perundang-perundangan.

Lebih lanjut, Budi berharap program vaksinasi gotong royong dapat mempercepat proses vaksinasi 181 juta penduduk Indonesia. Sehingga target penyelesaian vaksinasi bisa tercapai dalam 12 bulan.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan program vaksinasi bisa selesai dalam 15 bulan. Di sisi lain, pemerintah membuka kolaborasi dan inovasi dari pihak swasta dan masyarakat untuk mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Salah satu inovasi  yang telah berjalan yaitu vaksinasi Covid-19 drive thru di Nusa Dua, Bali. "Semakin banyak yang berpartisipasi, besar kemungkinannya untuk kita mencapai herd immunity. Perang melawan pandemi bisa kita hadapi bersama," kata dia.

Reporter: Antara

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait