Menristek Harap Harga Vaksin Merah Putih Hanya Rp 72 Ribu

Menristek Bambang Brodjonegoro berharap vaksin merah putih lebih murah dibandingkan vaksin virus corona impor. Pasalnya, riset dan uji klinisnya dibiayai pemerintah.
Image title
2 Maret 2021, 14:49
vaksin merah putih, vaksin virus corona, menristek, BRIN, riset, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menyampaikan paparan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Bambang berharap harga vaksin Merah Putih dipatok sekitar US$ 5 atau setara Rp 72.000.

Pemerintah optimistis harga vaksin virus corona yang dikembangkan di dalam negeri lebih murah dibanding vaksin impor. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro bahkan menyebut vaksin yang diberi nama Merah Putih itu hanya dibanderol sekitar US$  5 dolar atau setara Rp 72.000. 

Bambang yakin harganya bisa lebih murah dibandingkan vaksin impor karena riset dan uji klinis dibiayai oleh pemerintah. "Mudah-mudahan ini bisa US$ 5," kata Bambang dalam acara virtual peringatan Satu Tahun Pandemi COVID-19 dengan tema Inovasi Indonesia Untuk Indonesia Pulih, Bangkit dan Maju di Jakarta, Selasa (2/3).

Lebih lanjut, Bambang menyebut Bio Farma sebagai produsen akan menentukan harga Merah Putih. Dia pun memperkirakan Bio Farma akan memasukkan komponen biaya produksi. 

Meski begitu dia tetap yakin harga vaksin Merah Putih bakal lebih murah dari vaksin impor. Sejauh ini, bibit Vaksin Merah Putih telah dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Advertisement

Rencananya Eijkman akan menyerahkan bibit vaksin tersebut ke Bio Farma pada Maret 2021. Selanjutnya, Bio Farma bakal mempersiapkan proses uji klinis vaksin tersebut. Uji klinis berguna untuk memastikan keamanan, kemanjuran, dan efektivitas vaksin.

Di sisi lain, Indonesia baru menerima 10 juta vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku dari Sinovac. Sejauh ini, perusahaan asal Tiongkok itu  telah mengirimkan 38 juta dosis vaksin virus corona. Dari segi harga, Bio Farma sebelumnya menyebut bahwa vaksin Sinovac dijual sekitar Rp 200.000 per dosis.

 

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait