Intensifkan Vaksinasi, Singapura Akan Buka Perbatasan Akhir Tahun Ini

Perdana Menteri Lee Hsien Loong berharap banyak negara sudah memvaksinasi warganya hingga akhir tahun ini agar perbatasan bisa dibuka.
Image title
14 Maret 2021, 17:05
vaksin virus corona, singapura, covid-19, virus coron, pandemi corona, pandemi, internasional
ANTARA FOTO/Siswowidodo/nz
Sejumlah pengunjung berada di sekitar patung merlion di Taman Sumber Umis Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (28/2/2021). Singapura berencana membuka perbatasan karena adanya program vaksinasi covid-19.

Singapura berencana membuka perbatasan negara pada akhir tahun ini. Alasannya, banyak negara telah meningkatkan vaksinasi Covid-19

Perdana Menteri Lee Hsien Loong berharap banyak negara memvaksinasi penduduk mereka dengan proporsi yang substansial pada akhir tahun ini. Pihaknya tengah membahas sertifikat vaksin virus corona dengan negara lain.

Sehingga ada kepercayaan untuk membuka perbatasaan internasional dan melaksanakan perjalanan dengan aman. Sejauh ini, sebagian besar negara di Asia Tenggara masih melarang perjalanan rekreasi.

Namun, sejumlah negara telah memberlakukan program perjalanan kenegaraan dan bisnis.  “Mudah-mudahan akhir tahun ini atau tahun depan pintu (perbatasan) sudah bisa dibuka, kalau tidak lebih awal,” kata Lee dalam wawancara dengan BBC yang tayang pada Minggu (14/3).

Advertisement

Adapun Singapura telah mengendalikan situasi Covid-19 dengan beberapa kasus baru Covid-19. Selain itu, negara tersebut meluncurkan program vaksinasi.

Hingga 8 Maret 2021, negara berpenduduk 5,7 juta orang telah memberikan lebih dari 611.000 dosis vaksin. Kecepatan vaksinasi tersebut yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara yang lebih besar.

Lee pun mengatakan pemerintah akan meluangkan waktu untuk membujuk penduduknya untuk mengikuti vaksinasi. Dia menargetkan semua penduduk Singapura bisa divaksinasi pada akhir tahun. 

Beberapa orang memang ragu untuk divaksinasi karena risiko infeksi Covid-19 di negara tersebut cukup rendah. Selain itu, ada kekhawatiran munculnya efek samping dari vaksin yang dikembangkan dengan cepat. 

Sejauh ini Singapura menggunakan jenis vaksin virus corona dari Pfizer-BioNTech dan Moderna. Selain itu, Singapura telah menerima vaksin dari Sinovac meskipun belum ada persetujuan dari otoritas terkait.

Lee mengatakan Singapura sedang mengevaluasi vaksin tersebut. Pemeirntah akan menggunakannya  jika lolos standar keamanan dan efektivitas.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait